Rupiah NDF Menguat Tipis, Bertahan di Level Rp17.500 per Dolar AS

BRIEF.ID – Pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) menguat tipis pada perdagangan hari ini, Kamis (14/5/2026). Meski demikian, nilai tukar atau kurs rupiah NDF masih bertahan di level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan perdagangan di pasar luar negeri hari ini, kurs rupiah NDF dibuka stagnan di Rp17.513 per dolar AS, kemudian bergerak menguat tipis 0,07% ke level Rp17.506 per dolar AS.

Penguatan rupiah NDF atau biasa disebut rupiah offshore terjadi seiring Pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,06% ke level 98,46 pada perdagangan hari ini.

Pelemahan indeks dolar AS membuat mayoritas mata uang Asia bergerak menguat, antara lain Ringgit Malaysia (+0,1%), Yuan offshore (+0,07%), dan Baht Thailand (+0,06%), Dolar Singapura (+0,03%), dan dolar Hong Kong (+0,02%). 

Pergerakan rupiah yang menguat terbatas di pasar offshore mengindikasikan sentimen negatif sedikit mereda, selain tentunya ada intervensi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah.

Pasar offshore merupakan pasar perdagangan mata uang di luar negeri, terutama melalui instrumen NDF, yang memungkinkan investor global melakukan transaksi terhadap mata uang negara tertentu tanpa melakukan transaksi fisik. 

Untuk kawasan Asia, pasar offshore umumnya berlangsung di jantung keuangan internasional seperti Singapura, dan Hong Kong, serta aktif di luar jam operasional pasar domestik. 

Pergerakan rupiah di pasar offshore sering dijadikan sebagai indikator awal bagi arah sentimen investor global terhadap aset berdenominasi rupiah di Indonesia. Penguatan rupiah di pasar offshore umumnya bisa memperbaiki sentimen di pasar spot.

Hari ini, rupiah tidak diperjualbelikan di pasar spot, karena libur dan cuti bersama dalam rangka Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus. Dengan demikian, penguatan rupiah di pasar offshore bisa mengindikasikan sentimen positif investor global terhadap mata uang Garuda.

Sebagai informasi, kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan Rabu (13/5/2026) ditutup menguat 0,2% di level Rp17.465 per dolar AS, setelah mengalami tekanan selama dua hari berturut-turut. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

APBN 2027 Naikkan TKD Jadi Rp735 T, Pemda Bisa Akses Pembiayaan Inovatif

BRIEF.ID - Pemerintah daerah (pemda) akan mendapat akses pembiayaan...

Skema Recycle KPR Dorong Rumah Subsidi Jadi Aset Hunian yang Terus Berputar

BRIEF.ID – Rumah subsidi yang kembali dikuasai perbankan akibat...

BMKG Prediksi Indonesia Baru Masuki Musim Hujan di Bulan November 2026

BRIEF.ID - Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino...

DPRD Desak Pemprov Jakarta Perluas Integrasi Transportasi Umum, Ini Alasannya

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong untuk...