BRIEF.ID – Konflik geopolitik Timur Tengah yang kembali tegang membuat harga emas dunia melaju hingga mendekati level US$5.000 per troy ounce.
Pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (19/2/2026), investor melanjutkan aksi borong sehingga harga emas dunia di pasar spot menguat 0,43% menjadi US$4.997,7 per troy ounce.
Hal itu, menandai kenaikan harga emas dunia selama dua hari berturut-turut, hingga kembali mendekati level psikologis US$5.000 per troy ounce.
Dalam dua hari terakhir, harga emas dunia secara akumulatif melonjak sebesar 2,43%. Sepanjang tahun ini atau year-to-date (ytd), harga emas dunia terpantau telah melesat 15,64%.
Investor kembali memburu emas seiring meningkatnya konflik geopolitik Timur Tengah, seiring langkah Amerika Serikat (AS) mengerahkan pasukan dalam jumlah terbesar sejak era Perang Irak.
Hal itu, mempertegas ancaman AS untuk bertempur melawan Iran, seiring kesepakatan nuklir, yang belum rampung. Saat ini, pejabat tinggi AS dan Iran sedang dalam proses negosiasi terkait kesepakatan nuklir.
Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan pihaknya memberi waktu maksimal antara 10 hari sampai 15 hari untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran.
Jika dalam jangka waktu tersebut negosiasi kedua pihak tak mencapai kesepakatan, maka AS siap mengambil tindakan tegas terhadap Iran, yang dituding terus mengembangkan fasilitas nuklir secara diam-diam.
Perkembangan ini membuat investor khawatir tensi geopolitik Timur Tengah berubah menjadi perang, sehingga memborong emas yang dinilai sebagai aset safe haven atau paling aman di tengah ketidakpastian global.
Analis menilai harga emas dunia berada dalam tren menguat, dan kembali menguji level US$5.000 per troy ounce. Untuk perdagangan hari ini, harga emas dunia diprediksi bergerak di rentang US$6.006 per troy ounce hingga US$5.082 per troy ounce. (jea)


