Timnas AMIN: Hasil Hitung Cepat Bukan Data Valid Tentukan Hasil Pilpres 2024

BRIEF.ID – Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) mengatakan hasil hitung cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei bukan merupakan data valid menurut hukum yang bisa dijadikan pegangan untuk menentukan hasil pemilu presiden/wakil presiden (pilpres).

Dengan demikian, Ketua Dewan Pakar Timnas AMIN Hamdan Zoelva mengingatkan kepada semua pihak, khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU), agar tidak menjadikan hasil hitung cepat sebagai basis atau rujukan dalam penghitungan riil (real count).

“Jangan sampai bahwa quick count nanti menjadi patokan dalam mengisi, dalam rangka rekapitulasi manual,” ujar Hamdan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Oleh karena itu, dia meminta seluruh pihak untuk menjaga agar hasil hitung cepat tidak menjadi rujukan untuk menentukan pemenang Pilpres 2024, dengan beberapa pengubahan data dalam rekapitulasi manual oleh KPU.

Menurut Hamdan, data yang paling valid menurut hukum untuk menjadi pegangan dalam menetapkan perolehan suara tiap pasangan calon (paslon), yaitu hasil penghitungan riil yang sedang berproses di KPU.

Oleh karena itu, dia menilai terlalu dini jika ada pihak yang menyimpulkan bahwa suara paslon tertentu mencapai angka tertinggi hingga merayakan kemenangan.

“Kita harus hormati proses rekapitulasi yang dilakukan KPU secara berjenjang,” ucapnya.

Data hasil rekapitulasi KPU merupakan data hukum paling valid, Timnas AMIN meminta kepada semua saksi dan sukarelawan di seluruh wilayah Indonesia untuk terus mengawal rekapitulasi suara Pilpres 2024.

Pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah berlangsung secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, Rabu (14/2/2024). Dari hasil hitung cepat, sejumlah lembaga survei menyebutkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dari kedua pasangan calon lainnya.

Hingga pukul 22.20 WIB, Prabowo-Gibran unggul dalam hitung cepat lembaga survei Charta Politika Indonesia, yakni dengan angka 57,79% dari 98,4% data masuk. Tercatat 58,03% dari 99,2 % data masuk ke lembaga survei Indikator.

Pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan angka 59,07% dari 99,96% data masuk ke lembaga survei Populi Center dan 59,16%, kemudian sebanyak 99,3% data masuk ke lembaga survei Kedai Kopi.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kanselir Scholz Kecam Penerapan Tarif Impor AS

BRIEF.ID - Kanselir Jerman Olaf Scholz mengecam keras keputusan...

Penerapan Tarif Resiprokal AS, Indonesia Disarankan Perkuat Perdagangan BRICS

BRIEF.ID – Ekonom Hans Kwee menyarankan Pemerintah Indonesia  memperkuat...

Kebijakan Tarif Resiprokal Guncang Pasar Keuangan Global

BRIEF.ID – Keputusan  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Menlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar

BRIEF.ID - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa tidak ada Warga...