Tarif PPN 11% Sumbang Penerimaan Negara Rp 56 Triliun

BRIEF.ID – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, implementasi kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% telah berdampak positif untuk menambah pundi-pundi penerimaan negara.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan, kenaikan tarif PPN 11% diberlakukan sejak 1 April 2022 atau sudah berjalan 8 bulan.

Pada awal pemberlakuan banyak pihak yang menghawatirkan dampaknya terhadap inflasi. Karena sebelumnya pihaknya telah melakukan perhitungan dampaknya terhadap inflasi hanya sekitar 0,4% sehingga cukup dapat dikelola.

“Saya pikir ini cukup managable, pasti akan ada dampak ke inflasi. Basket produk komponen pembentuk inflasi 40% bukan merupakan barang kena pajak. Makanya kita komitmen untuk barang-barang sifatnya pendidikan dan kesehatan tidak kami kenakan kenaikan tarif PPN,” kata Yon.

Ia menambahkan, kenaikan tarif bukan semata-mata untuk menaikkan penerimaan, tetapi untuk mencapai konsolidasi fiskal yang lebih tepat.

“Tujuannya, agar penurunan defisit APBN bisa mendarat dengan baik mencapai 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” pungkasnya. (ID)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Vozinha Raih Lebih dari Sekadar Mimpi di Piala Dunia 2026

BRIEF.ID – Pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026, penjaga gawang...

Kolombia Kalahkan Ghana 1-0, Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

BRIEF.ID – Tim nasional Kolombia melangkah ke babak 16...

Lionel Messi Cetak Gol ke-20 di Piala Dunia, Pimpin Perburuan Sepatu Emas

BRIEF.ID - Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kembali menorehkan...

Raih Tiket 16 Besar, Argentina Taklukkan Cape Verde 3-2

BRIEF.ID – Juara bertahan Argentina harus bekerja keras selama...