Browsing Tag

virus

News

Pidato di Sidang Umum PBB, Jokowi: No One Is Safe Until Everyone Is

September 23, 2020

Pada 75 tahun yang lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dibentuk agar perang dunia II tidak terulang kembali dan agar dunia bisa lebih damai, stabil, dan sejahtera. Perang tidak akan menguntungkan siapapun. Tidak ada artinya sebuah kemenangan dirayakan di tengah kehancuran, dan tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di tengah dunia yang tenggelam.

Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan peran PBB saat ini. Pidato tersebut disampaikan secara virtual seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 23 September 2020.

“Di usia PBB yang ke-75 ini, kita patut bertanya, apakah dunia yang kita impikan tersebut sudah tercapai? Saya kira jawaban kita akan sama. Belum,” kata Presiden, Rabu (23/9).

Menurut Presiden Jokowi, saat ini konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia. Kemiskinan dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan. Prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional kerap tidak diindahkan, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

“Kita semua prihatin melihat situasi ini. Keprihatinan kita menjadi semakin besar di saat pandemi Covid-19. Di saat seharusnya kita semua bersatu padu bekerja sama melawan pandemi, yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam,” paparnya.

Presiden Jokowi memandang bahwa seharusnya semua negara bersatu padu dan selalu menggunakan pendekatan win-win pola hubungan antarnegara yang saling menguntungkan. Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 sangat luar biasa baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi.

“Kita juga paham virus ini tidak mengenal batas negara. No one is safe until everyone is,” ungkapnya.

“Jika perpecahan dan rivalitas terus terjadi, maka saya khawatir pijakan bagi stabilitas dan perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna. Dunia yang damai, stabil, dan sejahtera semakin sulit diwujudkan,” imbuhnya.

Dukungan Bagi Palestina

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia bertekad untuk terus berkontribusi bagi perdamaian dunia sesuai amanah konstitusi. Menurutnya, Indonesia akan terus memainkan peran sebagai bridge builder, sebagai bagian dari solusi.

“Secara konsisten, komitmen ini terus dijalani Indonesia, termasuk saat Indonesia duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. Spirit kerja sama akan selalu dikedepankan Indonesia spirit yang menguntungkan semua pihak, tanpa meninggalkan satu negara pun. No one, no country should be left behind,” tegasnya.

Persamaan derajat inilah yang ditekankan oleh Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno, saat Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 yang menghasilkan Dasa Sila Bandung. Hingga kini, prinsip Dasa Sila Bandung masih sangat relevan, termasuk penyelesaian perselisihan secara damai, pemajuan kerja sama, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

“Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di Konferensi Bandung yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaannya. Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina, untuk mendapatkan hak-haknya,” ungkapnya.

Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia bersama negara ASEAN akan terus menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. Pada hari jadinya yang ke-53, 8 Agustus 2020 yang lalu, ASEAN kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Spirit kerja sama dan perdamaian inilah yang kemudian didorong Indonesia ke kawasan yang lebih luas, kawasan Indo-Pasifik, melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific,” tandasnya.

News

Cegah COVID 19, Pegadaian Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Kantor

March 17, 2020

Selasa, 17 Maret 2020 – PT Pegadaian (Persero) melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan di kantor Pusat Pegadaian Jakarta, untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo mengatakan penyemprotan disinfektan ini dilakukan sebagai bentuk upaya Pegadaian memberikan perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja serta nasabah perseroan.

“Penyemprotan ini sebagai langkah kewaspadaan dan usaha meningkatkan kebersihan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang ada di lingkungan kerja Pegadaian. Harapannya karyawan yang menjalankan aktivitas dalam memberikan pelayanan kepada nasabah tetap berjalan dengan lancar,” kata Amoeng di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Selasa (17/03/2020).

Amoeng menjelaskan pencegahan penyebaran Covid-19 tidak hanya dilakukan di setiap bagian ruangan Kantor Pegadaian, tetapi juga di unit-unit yang memberikan pelayanan kepada nasabah perseroan.

Selain itu, Pegadaian juga menyiapkan upaya lainnya dalam mencegah penularan Covid-19, yakni menyediakan hand sanitizer di setiap ruang kerja dan mengajak pegawai untuk selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan kebersihan lingkungan di sekitarnya.

“Dengan penyemprotan desinfektan ini diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Pegadaian, sehingga layanan kami dapat berjalan dengan lancar dan nasabah terlayani dengan baik,” ujarnya

Sementara itu bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi ke Pegadaian tapi enggan keluar rumah karena merasa khawatir terkena paparan Covid-19, nasabah dapat memanfaatkan layanan berbasis digital yaitu Pegadaian Digital (PDS).

PDS merupakan layanan digital dari Pegadaian dalam bentuk aplikasi yang berbasis web dan mobile. PDS akan melayani nasabah dan calon nasabah yang ingin mendapatkan informasi terkait produk dan layanan Pegadaian.

Melalui PDS, nasabah Pegadaian dapat membuka tabungan emas, membayar angsuran, melakukan top-up tabungan emas. Aplikasi ini juga melayani bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi agen Pegadaian. Dengan dukungan digitalisasi tersebut, Pegadaian berharap nasabah mendapatkan pelayanan yang setara dengan yang diberikan di outlet Pegadaian konvensional.

News

Kementerian Diminta Arahkan Program untuk Dukung Penanganan Pandemi Corona

March 16, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mempercepat agenda kerja kementerian. Di saat yang bersamaan, Presiden juga meminta agar program kerja kementerian terkait turut diarahkan untuk mengantisipasi sekaligus mengedukasi masyarakat, pada hal-hal yang berhubungan dengan penanganan pandemi global virus corona di Indonesia.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin rapat melalui telekonferensi kepada Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/03/2020).

“Saya mengajak kita semuanya untuk yang berkaitan dengan program-program yang ada agar dalam rangka mengedukasi masyarakat semuanya diarahkan agar bisa berkaitan dengan yang ada hubungannya dengan Covid-19,” ujarnya.

Seperti program-program di Kementerian Dalam Negeri misalnya, Kepala Negara meminta agar kementerian tersebut dapat berkoordinasi kepada para kepala daerah untuk menelurkan kebijakan yang tepat sasaran yang pada akhirnya dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat persebaran virus corona.

“Policy yang bisa tepat sasaran sehingga bisa mengurangi pergerakan, mengurangi pertemuan-pertemuan, sehingga dengan ini kita akan bisa mengurangi dampak dari Covid-19,” ucapnya.

Demikian halnya dengan sektor pendidikan yang menjadi bidang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar kementerian tersebut melakukan kalkulasi mendetail terkait kebijakan meliburkan (belajar dari rumah) sekolah yang mana kondisi di tiap sarana pendidikan atau wilayahnya berbeda-beda. Meski demikian, Presiden mengatakan bahwa pihaknya memberikan prioritas bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Namun yang paling penting memang kita harus memulai belajar dari rumah kalau memang harus diliburkan,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden kembali menyinggung pentingnya pembatasan sosial (social distancing) sebagai upaya mengurangi laju persebaran virus corona. Sebagaimana diketahui, terkait hal tersebut, Kepala Negara telah mengimbau agar masyarakat mulai mengurangi aktivitas di keramaian.

“Untuk perusahaan-perusahaan atau pemerintah juga bisa melakukan kerja dari rumah dan juga beribadah di rumah. Ini, sekali lagi, untuk mengurangi pergerakan karena social distancing itu penting sekali,” pungkas Jokowi.

News

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Lewat Telekonferensi

March 16, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo memimpin rapat bersama jajarannya melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan meluasnya pandemi virus corona atau Covid-19.

Dengan menggunakan media video konferensi, Presiden Joko Widodo bersama jajarannya membahas berbagai upaya pemerintah menghadapi tekanan pandemi virus corona. Rapat ini diikuti oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju, dan pejabat setingkat menteri yang berada di tempatnya masing-masing.

“Pertama, kita berada pada situasi yang tidak biasa. Kita berada pada situasi yang berbeda, baik karena yang berkaitan dengan perlambatan ekonomi, baik juga karena yang berkaitan dengan pandemi corona Covid-19,” kata Presiden dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari siaran pers Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, rapat jarak jauh yang dilakukan bersama jajarannya sudah sangat efektif di tengah pandemi virus corona. Rapat tersebut digelar sekaligus untuk memastikan bahwa pemerintah terus bekerja keras untuk mengatasi berbagai isu, baik kesehatan maupun perekonomian.

“Saya kira ini juga sebuah kerja jarak jauh yang saya nilai sudah sangat efektif dalam rangka kita tetap bekerja keras menyelesaikan persoalan virus corona maupun perlambatan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Kemarin, Presiden meminta masyarakat untuk tetap tenang sekaligus tetap produktif dengan melakukan sejumlah langkah antisipatif terhadap penyebaran virus corona. Secara khusus Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah, serta beribadah di rumah.

“Dengan kondisi ini saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong, bersatu padu, dan bergotong royong. Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” tutup Jokowi.

News

Cegah Covid-19, Industri Jasa Keuangan Diminta Tingkatkan Kebersihan Sarana Pelayanan Publik

March 16, 2020

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga di Industri Jasa Keuangan untuk menyesuaikan operasional lembaga jasa keuangan dan meningkatkan kebersihan lingkungan kerja serta pelayanan publik seperti ATM, loket bank dan lainnya.

Hal tersebut sebagai tindaklanjut arahan Presiden Joko Widodo pada Minggu (15/3/2020) dalam rangka meminimalkan risiko tersebarnya Corona Virus Disease (Covid-19). Untuk itu, perlu tindakan serentak oleh instansi pemerintah, lembaga negara termasuk OJK dan pihak terkait lainnya agar kebijakan pengendalian Covid-19 efektif. 

“Melakukan penyesuaian operasional lembaga jasa keuangan dan/atau meminimalkan interaksi antar orang tanpa mengganggu pelayanan jasa keuangan kepada masyarakat,” demikian pernyataan resmi OJK dalam siaran pers, Senin (16/3/2020).

Pengaturan mengenai alternatif bekerja dari rumah, lanjut OJK, diserahkan kepada masing-masing Lembaga Jasa Keuangan, Self Regulatory Organization di Pasar Modal, dan Lembaga Penunjang Profesi di Industri Jasa Keuangan.

“Meningkatkan kebersihan lingkungan kerja dan sarana pelayanan publik seperti ATM, loket bank dan lain sebagainya.”

OJK juga meminta seluruh lembaga di industri jasa keuangan untuk menunda seluruh perjalanan keluar kota dan/atau luar negeri, khususnya ke tempat yang sudah diidentifikasi terdapat penyebaran Covid-19. Identifikasi penyebaran Covid-19 tersebut sesuai dengan data dan informasi terkini dari Kementerian Kesehatan.

“Tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan sejumlah orang baik internal dan/atau eksternal dalam bentuk sosialisasi, rapat, dan events lainnya. Interaksi kiranya dilakukan melalui pemanfaatan sarana teknologi informasi,” tutup OJK.

News

Jokowi: Saatnya Kerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, Ibadah di Rumah

March 15, 2020

Jakarta – Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyebaran Covid-19 dan langkah-langkah ekstra dari pemerintah untuk mengatasi wabah corona virus, di Istana Bogor, Minggu (15/03/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 ini bisa dihambat dan di-stop.

“Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong ,dan bersatu padu, gotong royong, kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” ujar Jokowi.

Hingga Minggu sore (15/3/2020), Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi kembali pasien yang dinyatakan positif corona atau Covid-19. Kemenkes mengkonfirmasi ada 21 kasus yang dinyatakan positif corona.Dengan demikian, total saat ini pasien positif Corona berjumlah 117 orang dari sebelumnya 96 orang.

Berikut pernyataan lengkap Presiden Jokowi :

Bismillahhirrohmannirohim

Assalamualaikum War Wab

Selamat siang,

Salam sejahtera bagi kita semuanya,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan,

Bapak Ibu dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

1. Sejak kita mengumumkan adanya kasus Covid-19 di awal bulan ini, saya telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan langkah-langkah ekstra dalam menangani pandemik global Covid-19 ini. 

2. Kita melihat, beberapa negara yang mengalami penyebaran lebih awal dari kita, ada yang melakukan lock-down dengan segala konsekuensi yang menyertainya. Tetapi ada juga negara yang tidak melakukan lock-down, namun melakukan langkah dan kebijakan yang ketat untuk menghambat penyebaran Covid-19.

3. Pemerintah terus berkomunikasi dengan WHO dan mempergunakan Protokol Kesehatan WHO, serta berkonsultasi dengan para ahli kesehatan masyarakat dalam menangani penyebaran Covid-19 ini.

4. Pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Doni Monardo. Gugus tugas ini telah bekerja secara efektif dengan mensinergikan kekuatan nasional, baik di pusat maupun di daerah, melibatkan ASN, TNI dan POLRI, serta melibatkan dukungan dari swasta, lembaga sosial dan perguruan tinggi.

5. Sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini derajadnya bervariasi antar daerah. Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh Gubernur dan Bupati serta Walikota:

– Untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi;

– Kemudian, terus berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menentukan status daerahnya siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.

6. Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran Pemerintah Daerah dibantu jajaran TNI dan POLRI serta dukungan dari pemerintah pusat untuk terus melakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran dan dampak Covid-19.

– Membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa.

-Membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi on-line, dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

– Menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang.

– Meningkatkan pelayanan penge-test-an infeksi Covid-19 dan pengobatan secara maksimal, dengan memanfaatkan kemampuan Rumah Sakit Daerah, dan bekerja sama dengan Rumah Sakit swasta, serta lembaga riset dan pendidikan tinggi, yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

7. Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien.

– Pertama, merujuk pada UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memungkinkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dan menggunakan anggaran secara cepat.

– Selain itu, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan oleh seluruh Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

– Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggaran tambahan untuk menangani tantangan penyebaran Covid-19. 

8.Dampak pandemik Covid-19 ini telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Untuk itu, pemerintah telah dan terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampak ini.

-Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

-Pemerintah juga telah memberikan insentif kebijakan ekonomi, sebagaimana telah diumumkan oleh Menko Perekomian dan jajaran menteri perekonomian, untuk menjaga agar kegiatan dunia usaha tetap berjalan seperti biasa.

-Saya juga minta kepada Kepala Daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah.

9.Saya dan seluruh jajaran kabinet terus bekerja keras untuk menyiapkan dan menjaga Indonesia dari penyebaran Covid-19 dan meminimalkan implikasinya terhadap perekonomian Indonesia.

– Sebagaimana kemarin telah disampaikan, bahwa salah satu menteri kami terdeteksi positif terinfeksi Covid-19.

– Langkah-langkah antisipatif telah dilakukan, dan saya yakinkan bahwa para menteri tetap bekerja penuh seperti biasa.

– Bahkan, hari-hari ini para menteri bekerja lebih keras, walaupun sebagian dilakukan dengan cara on-line, untuk mengatasi isu kesehatan dan mengatasi dampak perekonomian akibat Covid-19 ini.

10.Terakhir, kepada seluruh rakyat Indonesia, saya minta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 ini bisa kita hambat dan kita stop. Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong ,dan bersatu padu, gotong royong, kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal.

11.Saya kira ini yang bisa saya sampaikan. Terima kasih. 

Wassalamualaikum War Wab

Om Santi, Santi, Santi Om

News

Kabar Tito dan Istri Terpapar Covid-19, Kemendagri Pastikan Informasi Hoax

March 15, 2020

Jakarta – Sempat beredar informasi bahwa Mendagri Tito Karnavian terlihat mendatangi Rumah Sakit Persahabatan dan informasi tersebut menjadi bahan pertanyaan terkait kesehatan Mendagri dan istri.

Hal tersebut dibantah tegas oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar. Dia menyatakan bahwa Mendagri Tito Karnavian dan istri dalam keadaan sehat walafiat.

“Bapak Mendagri dan Ibu, alhamdulilah saat ini dalam kondisi sehat walafiat dan tidak benar apabila ada informasi bahwa beliau sakit, mari kita lawan hoax”, tegas Bahtiar dalam pernyataan resmi, Sabtu (14/3/2020).

Lebih lanjut, Bahtiar mengungkapkan bahwa Sabtu pagi Mendagri dan Istri menghadiri acara Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-48 di Posyandu Dakura X, Perumnas Bumi Telukjambe Blok F, Desa Sukaluyu Kabupaten Karawang.

Selain itu, bahkan Mendagri Tito Karnavian hadir di Metro TV  membacakan dan memberikan penghargaan Kick Andy Heroes Award.

“Bapak Mendagri beraktivitas seperti biasa dalam keadaan sehat walafiat tadi malam menghadiri acara di Metro TV membacakan dan memberikan penghargaan Kick Andy Heroes Award”, ujar Bahtiar.

Dia juga menegaskan bahwa informasi yang tidak jelas sumbernya terkait kesehatan Mendagri harus dicek dengan baik kebenarannya dan mengajak semua pihak untuk lebih hati-hati dalam mengantisipasi setiap informasi yang sifatnya hoax.

News

WHO Umumkan Virus Corona Covid-19 Pandemi

March 12, 2020

JAKARTA  – Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa wabah virus corona COVID-19 yang telah melanda setidaknya 114 negara dan membunuh 4.292 orang secara resmi dikategorikan menjadi pandemi.

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan WHO telah menilai wabah ini sepanjang waktu dan pihaknya sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan.

” Oleh karena itu kami telah membuat penilaian bahwa COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi,” ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam media brifieng di Jenewa, sebagaimana dikutip dari laman resmi WHO, Rabu (11/03/2020).

Tedros menegaskan pandemi bukanlah kata untuk digunakan dengan ringan atau sembrono. Ini adalah kata yang, jika disalahgunakan, dapat menyebabkan ketakutan yang tidak masuk akal, atau penerimaan yang tidak dapat dibenarkan bahwa pertarungan telah berakhir, yang mengarah pada penderitaan dan kematian yang tidak perlu.

Menurut Tedros, menjelaskan situasi sebagai pandemi tidak mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh virus ini. Itu tidak mengubah apa yang dilakukan WHO, dan itu tidak mengubah apa yang harus dilakukan oleh negara-negara untuk mengambil tindakan guna menghentikan penyakit itu.

“Kami belum pernah melihat pandemi yang dipicu oleh coronavirus. Ini adalah pandemi pertama yang disebabkan oleh coronavirus. Dan kita belum pernah melihat pandemi yang dapat dikendalikan, pada saat yang sama. “

Hingga 11 Maret 2020, wabah corona virus telah menjangkiti sebanyak 114 negara dan menginfeksi sebanyak 118.381 orang di seluruh dunia. Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus COVID-19 di luar China telah meningkat 13 kali lipat, dan jumlah negara yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat. 

News

Duh! 2 WNI Positif Terjangkit Virus Corona

March 2, 2020

Jakarta-  Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona.

Menurut Presiden Joko Widodo atau Jokowi, dua WNI itu tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun melakukan penelusuran.

“Orang Jepang ke Indonesia bertamu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun,” kata Jokowi, Senin (2/03/2020).

“Dicek dan tadi pagi saya mendapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona,” tutur Presiden Jokowi.

Namun, Jokowi belum mau mengungkapkan lokasi atau berada di daerah mana ibu dan anak tersebut. Jokowi hanya memastikan keduanya di Indonesia.

“Di indonesia. Sudah di rumah sakit,” kata Jokowi.

Wabah corona telah menjangkiti sebanyak 68 negara di dunia dan 1 kapal pesiar (Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang). Dengan konfirmasi temuan 2 kasus positif corona di Indonesia, jumlah kasus corona virus menjadi 89.077 kasus dan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 3.053 orang. 

Adapun jumlah pasien corona virus yang dinyatakan sembuh sebanyak 45.144 orang. China, Korea Selatan dan Italia menempati urutan ketiga besar negara dengan jumlah kasus terbanyak saat ini.

News

Mari Elka Temui Presiden Jokowi, Bahas Antisipasi Dampak Virus Korona terhadap Perekonomian

February 11, 2020

Saat memimpin rapat terbatas pada 4 Februari 2020 lalu untuk membahas kesiapan menghadapi dampak virus korona yang mewabah di Tiongkok, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk menghitung cermat dampak dari penerapan kebijakan yang diambil pemerintah terkait hal tersebut.

Di sektor perdagangan misalnya, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menjadi negara tujuan ekspor pertama dengan pangsa pasar kurang lebih 16,6 persen dari total ekspor Indonesia. RRT diketahui juga merupakan negara asal impor terbesar bagi Indonesia.

Hal tersebut turut menjadi pembicaraan Presiden dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih, Mari Elka Pangestu, dalam pertemuan keduanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 11 Februari 2020.

“Kalau virus korona masih belum ada prediksi yang pasti apa yang diperkirakan akan terjadi. Namun, sudah pasti perekonomian Tiongkok itu pasti akan mengalami penurunan pertumbuhan,” ucap Mari setelah pertemuan tersebut, seperti dikutip dari Siaran Pers Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Menurutnya, apabila perekonomian Tiongkok mengalami penurunan, hal tersebut akan menimbulkan dampak bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia. Meski demikian, dalam pembicaraannya dengan Presiden, Indonesia masih memiliki keuntungan dari besarnya pasar di dalam negeri yang tentunya dapat dimanfaatkan untuk mengantisipasi dampak tersebut.

“Kita punya pasar dalam negeri yang besar. Jadi dalam keadaan seperti ini kita harus melakukan langkah-langkah untuk mengamankan daya beli di dalam negeri,” tuturnya.

Sementara itu, dalam rapat terbatas pada awal Februari, Presiden sendiri memandang adanya potensi untuk memanfaatkan ceruk pasar ekspor di negara-negara lain yang sebelumnya banyak melakukan impor dari RRT. Hal tersebut memunculkan momentum bagi industri substitusi impor di Tanah Air untuk meningkatkan produksi dan berkembang lebih jauh.

“Kalau dari sisi impor, terputusnya rantai pasok karena adanya virus korona ini juga berarti kita harus mencari sumber lain ataupun sumber dari dalam negeri. Mungkin itu juga akan mendorong insentif untuk peningkatan investasi untuk menggantikan keperluan impor untuk industri (dalam negeri) yang kita perlukan,” kata mantan Menteri Pariwisata tersebut.

Terlepas dari hal tersebut, Mari berharap agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga seperti saat ini. Ia berpandangan bahwa di tengah ketidakpastian global, mampu mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi di kisaran angka lima persen merupakan suatu hal yang tak mudah dan patut disyukuri.

“Yang penting kita harus merasa beruntung kita bisa mempertahankan stabil di angka lima. Itu sudah sangat baik dalam keadaan dunia seperti ini,” tutup Mari.