Browsing Tag

KementerianBUMN

News

Pelindo lll Siapkan Sambungan Listrik

February 7, 2019

Surabaya – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang kepelabuhanan, Pelindo III akan menyiapkan fasilitas sambungan listrik dari darat (shore power connection) untuk memenuhi kebutuhan listrik pada kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III, Faruq Hidayat menyebut untuk tahap awal pihaknya akan melakukan uji coba dengan penyiapan fasilitas sambungan listrik tersebut di Terminal Dwimatama yang dioperasikan oleh PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Menurutnya, fasilitas yang disiapkan di Terminal Dwimatama akan memiliki daya sebesar 1 mega watt dengan 1 unit shore power connection.

“Kami sudah menandatangani kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik yang merupakan bagian dari PIHC. Sementara kami siapkan terlebih dahulu untuk kepentingan PIHC, tidak menutup kemungkinan akan kami siapkan di Terminal Peti Kemas Semarang maupun terminal lainnya di Pelabuhan Tanjung Emas,” ujar Faruq di kantornya, Rabu (6/2).

Ditambahkan, penggunaan shore power connection dapat menekan biaya operasional kapal sekitar 25-40 persen. Hal tersebut didapat dari penurunan penggunaan bahan bakar minyak karena kapal tidak perlu lagi menyalakan mesin saat sedang bersandar di dermaga pelabuhan.

“Selama ini kapal jika bersandar mesin mereka tetap menyala untuk memenuhi kebutuhan listrik. Dengan shore power connection selain lebih efisien karena hemat BBM tentunya juga lebih ramah lingkungan karena emisi gas buang di pelabuhan juga berkurang.”

Saat ini beberapa terminal yang dikelola oleh Pelindo III telah dilengkapi denganshore power connection diantaranya BJTI Port, Terminal Teluk Lamong,dan Pelabuhan Benoa Bali. Pelindo III menunjuk dari grup usahanya, PT Lamong Energi Indonesia (Legi) sebagai operator pelaksana penyediaan shore power connection.

Sementara itu, Direktur Utama PT Lamong Energi Indonesia (Legi), Purwanto Wahyu Widodo mengatakan permintaan sambungan listrik melalui shore power connection di beberapa terminal pelabuhan di lingkungan Pelindo III cukup tinggi. Pihaknya tengah mengkaji kemungkinan untuk mengaplikasikan shore power connectiondi seluruh terminal pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III di tujuh provinsi.

“Saat ini kami tengah melakukan kajian untuk penyiapan di seluruh pelabuhan, kami menghitung kebutuhan daya di masing-masing daerah karena kebutuhan listrik untuk kapal ini masih menggunakan dipenuhi oleh PLN,” kata Purwanto.

Purwanto menambahkan permintaan kebutuhan sambungan listrik melalui shore power connection saat ini lebih banyak diminta oleh pelayaran peti kemas domestik. Beberapa operator pelayaran nasional seperti Meratus, Tempuran Emas, dan SPIL sudah menggunakan layanan sambungan listrik tersebut. Selain itu, perusahaan pelayaran lainnya saat ini masih proses untuk mencapai kesepakatan.

News

BBM Satu Harga Kembali Hadir di Sulawesi

February 6, 2019

Makassar – Tahun 2019 secara nasional Pertamina menargetkan pendirian 39 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Di wilayah Sulawesi khususnya Sulawesi Tengah (Sulteng), tahun ini akan dibangun tiga lokasi BBM Satu Harga. Sehingga total akan terdapat enam lokasi BBM Satu Harga di wilayah Sulteng.

General Manager MOR VII, Werry Prayogi, menyatakan banyak tantangan yang dihadapi dalam menyalurkan BBM Satu Harga di Sulawesi. “Perjalanan yang di tempuh cukup jauh, misalnya ke Kepulauan Togean menggunakan kapal sejauh 200 km dengan waktu tempuh 24 jam. Tak jarang berjibaku dengan ombak tinggi,” jelas Werry, Rabu (6/2).

Kehadiran BBM Satu Harga di wilayah Sulawesi banyak dinikmati petani, nelayan dan pelaku usaha kecil di wilayah 3T. Berbagai usaha antara lain transportasi, perdagangan, industri rumah tangga, perikanan, dan pertanian terus menggeliat sejalan dengan kemudahan dan ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau.

“BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per liter kini jauh menurun menjadi Rp 6.450 untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar,” imbuh Werry.

Werry berharap agar sinergi bersama Pemerintah Daerah dan aparat dapat terus ditingkatkan melalui pengawasan dan penindakan. Masih ada informasi dari warga tentang harga BBM yang masih tinggi, meski telah hadir lembaga penyalur BBM Satu Harga. Hal ini disebabkan ulah pengecer.

Selama tahun 2018, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII telah menuntaskan 100 persen target BBM Satu Harga yang di amanahkan Pemerintah yakni sembilan lokasi di Sulawesi. Sebanyak tiga titik berlokasi di Provinsi Sulteng, satu lokasi di Sulawesi Tenggara (Sultra), satu di Gorontalo, serta empat di Sulawesi Utara (Sulut).

Setiap bulan Pertamina MOR VII rata-rata menyalurkan BBM Satu Harga sebesar 1.588 Kilo Liter (KL). Meliputi Premium 1.133 KL, Solar 389 KL dan Pertalite 67 KL kepada seluruh lembaga penyalur di wilayah Sulawesi. Dari jumlah tersebut 329,67 KL disalurkan di Sultra, 840 KL di Sulteng, 372 KL di Sulut dan 46,67 KL di Gorontalo.

News

Pertamina Jamin Program BBM Satu Harga di Maluku-Papua

February 4, 2019

Jayapura, 2 Februari 2019 – PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan BBM di seluruh Lembaga Penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di 125 wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Pertamina telah menyalurkan BBM 25.657 KL, meliputi Premium 18.014 KL dan Solar 7.643 KL kepada seluruh Lembaga Penyalur yang telah berhasil didirikan Pertamina pada periode 2017 – 2019 di wilayah Pertamina MOR VIII Maluku – Papua.

Unit Manager Communication, Relation, & CSR MOR VIII, Brasto Galih Nugroho menyatakan, Pertamina terus menyalurkan BBM ke wilayah 3T, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, melalui berbagai moda transportasi darat, sungai maupun laut. Bahkan khusus wilayah yang sulit dijangkau, Pertamina menyiapkan pesawat khusus pengangkut BBM jenis ATR berkapasitas 4.000 liter.

“BBM Satu Harga merupakan komitmen Pertamina untuk menyediakan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di daerah 3T. Sesuai amanat UU, terutama UU Migas No 22 Tahun 2001 dan UU Energi No 30 Tahun 2007, Pertamina mendapat tugas membuka aksesibiltas dan ketersediaan serta menyediakan energi yang berkelanjutan,” kata Brasto.

Brasto menambahkan program tersebut akan terus dilanjutkan pada wilayah-wilayah 3T, sehingga pada akhirnya semua wilayah 3T mendapat akses dan kemudahan energi yang terjangkau. Pada tahun 2019, secara nasional Pertamina menargetkan akan mendirikan Lembaga Penyalur di 29 wilayah 3T yang selama ini sulit dijangkau karena infrastruktur yang terbatas. Khusus di wilayah Maluku Papua dibangun 4 titik BBM Satu Harga, melengkapi 36 titik yang telah beroperasi.

“BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM yang sebelumnya berkisar Rp 10.000,00 hingga Rp 50.000,00 per liter kini jauh menurun menjadi Rp 6.450 (premium) dan Rp 5.150 (solar) di SPBU atau lembaga penyalur BBM resmi Pertamina,” ujar Brasto.

Sementara itu, BBM Satu Harga telah mendorong efisiensi biaya transportasi, harga barang-barang terutama kebutuhan pokok juga menurun sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah semakin pesat.

“Kehadiran BBM Satu Harga menjadi energi yang menggulirkan pertumbuhan ekonomi di wilayah 3T. Sesuai dengan tagline BUMN Hadir Untuk Negeri, Pertamina akan terus mendistribusikan energi ke seluruh pelosok negeri, tanpa henti.”

News

Islamic Nexgen Fest: Milenials BUMN yang Kreatif, Mandiri dan Berjiwa Usaha

January 28, 2019

BANDUNG, 27 Januari 2019 – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus memberikan dukungan bagi generasi muda Indonesia untuk terus menghasilkan karya-karya positif dan berkontribusi bagi pembanguna bangsa dan negara.

Salah satu bentuk kegiatan yang diselanggarakan adalah Spirit of Mileniasl – Islamic Nexgen Fest yang didedikasikan bagi generasi muslim milenial di seluruh Indonesia yang berlangsung di Bandung pada Minggu (27/01/2019). Kegiatan ini juga merupakan sinergi bersama BUMN dalam mendorong milenials BUMN yang kreatif, inovatif dan kerja keras.

Islamic Nexgen Fest merupakan sebuah ajang yang menampilkan bakat dan kreativitas generasi muslim yang dikelompokan dalam tiga kategori kompetisi yaitu Hijab Muda (Muslimah berbakat dan menginspirasi), Nada Islami (Musisi religi Islam) dan Usaha Santri (Santri berjiwa kewirausahawaan).

Setiap kompetisi ini akan melahirkan bakat-bakat berbeda mulai dari bermusik, berkreasi, dan juga berbisnis sehingga talenta-talenta baru ini dapat menginspirasi millenial muslim lainnya di seluruh Indonesia.

“ Kegiatan ini merupakan wadah yang dapat mendorong generasi milenial agar dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Saya bangga dengan milenials BUMN yang terlibat dan aktif dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Pesan saya, tetap terus semangat dan berkreasi. Tunjukan bahwa kita milenials BUMN dan santri muda yang kreatif, mandiri dan memiliki jiwa usaha BUMN serta punya andil dalam membangun bangsa dan negara.” ungkap Menteri Rini.

Menteri Rini juga mendorong agar Islamic Nextgen Fest bisa menjadi sarana bagi talenta-talenta muslim milenial untuk berperan aktif dalam membangun negeri melalui kontribusi karya positif, mampu menciptakan pemberdayaan ekonomi usaha santri yang dapat menginspirasi generasi milenial lainnya sebagai muslim milenial Indonesia yang kreatif, inspiratif, toleran dan mencintai Indonesia.

Dalam kesempatan ini Menteri Rini secara resmi melakukan kick off ceremony sebagai tanda dimulainya rangkaian roadshow Islamic Nexgen Fest yang akan di adakan di 3 kota besar dan 6 kota kabupaten / kotamadya di Indonesia. Ribuan Milenial dari Milenial BUMN, Mahasiswa Telkom University dan Santri Pondok Pesantren di wilayah Jawa Barat tampak antusias menghadiri kegiatan ini.

Selain kegiatan kick off ceremony, Islamic Nexgen Fest untuk area Jawa Barat ini menghadirkan juga booth Wirausaha Muslim Muda, Rumah Kreatif BUMN dan Usaha Santri .

Ketua Spirit of Milenials BUMN, Kartika Wiraatmaja juga memberikan menyatakan dukungannya terhadap program

“Kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Menteri telah memberikan wadah untuk optimalisasi aset, terima kasih pula atas kerja sama yang luar biasa atas Sinergi BUMN. Tentu sebagai satu keluarga, kami akan selalu mendukung dan membantu dalam setiap prosesnya,” tambah Tiko.

Tiko melanjutkan, pelaksanaan program Spirit of Millennial ini dilihat dari potensi para generasi muda yang banyak terlibat dalam berbagai bidang di BUMN.

“Dari 1 juta karyawan BUMN, 60%nya adalah Millennials. Tentu harus kita arahkan dan dukung agar ke depannya generasi muda dapat menjadi pemimpin yang energik, kreatif, inovatif dan bekerja keras,” kata Menteri Rini optimis.

Dengan adanya acara ini, Menteri Rini menyampaikan harapannya agar program ini dapat mendorong para Millennials, bukan hanya BUMN namun juga seluruh generasi muda Indonesia dapat tampil sebagai Agent of Change yang menginspirasi kaum milenials di Indonesia.

News

PTPN Holding Usung Brand “Walini” untuk Menembus Pasar Ritel

January 28, 2019

Karanganyar, 27 Januari 2019 – Holding Perkebunan Nusantara meluncurkan corporate identity dan product brand baru untuk empat komoditas produk PTPN yakni gula, minyak goreng, teh dan kopi yang diperuntukan menembus pasar ritel pada tahun ini.

“Setelah peluncuran ini, secara resmi seluruh produk PTPN akan menggunakan brand Walini. Dengan logo dan brand baru ini kami persiapkan produk PTPN untuk semakin mampu menembus pasar ritel dan semakin dikenal masyarakat,” kata Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Dolly P. Pulungan saat acara peluncuran corporate identity dan product brand baru di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu malam (26/1).

Dolly mengatakan selama ini, produk PTPN Holding menggunakan brand yang berbeda-beda dan disribusinya masih terbatas. Sehingga dengan peluncuran logo dan brand baru ini, merek Walini akan digunakan untuk komoditas yang akan masuk ke pasar ritel.

“Brand Walini ini akan kami gunakan untuk seluruh produk PTPN yakni gula, minyak goreng, teh dan kopi,” jelas Dolly.

Walini dipersiapkan untuk merambah pasar dari kalangan menengah, sementara PTPN tetap mempertahankan merek premium untuk komoditas kopi dan teh yakni teh Kayu Aro dan kopi Rollaas. Dalam pemasarannya, PTPN akan memanfaatkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) sebagai distributor ritel, yang saat ini sedang dimaksimalkan fungsinya.

Komisaris Utama Holding Perkebunan Nusantara Arif Satria menambahkan, momentum ini merupakan peluang untuk memperluas pasar baru di ritel dimana saat ini sangat kompetitif dan menjanjikan. Selain itu, untuk memperkuat lini bisnis di segmen ritel akan memberi kontribusi dalam mendukung pencapaian target PTPN Holding pada tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan menyambut baik dan mendukung langkah PTPN Holding meluncurkan corporate identity dan product brand baru. Ia berharap corporate identity dan product brand baru ditunjang budaya kerja baru yang akan menambah semangat produktifitas perusahaan.

“Kami dukung langkah PTPN Holding meluncurkan corporate identity dan product brand baru sehingga di harapkan ke depan berdampak pada budaya dan kinerja perusahaan yang lebih baik,” kata Wahyu.

Konsep logo baru dan terdiri dari simpul tali melambangkan peran perusahaan sebagai Holding Perkebunan Nusantara yang akan menjadi pemersatu dan mensinergikan PTPN Grup. Hal ini relevan untuk mengekspresikan Holding Perkebunan Nusantara sebagai pemersatu dan mensinergikan anak perusahan dari PTPN I hingga PTPN XIV.

News

Antusiasme IPCC Manjadi Operator Kendaraan Terbesar di Asean

January 25, 2019

Jakarta – Rencana pemerintah dalam proyek pembangunan Terminal Kendaraan di Pelabuhan Patimban disambut baik oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tbk. (IPC Car Terminal / “IPCC”) sebagai pelengkap dari terminal kendaraan yang ada di Tanjung Priok, mengingat pertumbuhan ekspor dalam 10 tahun terakhir mencapai CAGR sekitar 15% bahkan di perkirakan ke depan dapat bertumbuh lebih signifikan lagi.

“Dengan dibangunnya Pelabuhan Patimban yang salah satunya adalah terminal kendaraan maka dapat dijadikan momentum bagi pemerintah untuk mendorong pembangunan pabrik mobil baru yang pada tahun 2018 komposisi ekspornya mencapai 70 persen dan impor 30 persen,” kata Bapak Arif Isnawan selaku Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis, Jakarta (25/1).

Ia menjelaskan adanya pembangunan pabrik otomotif baru nantinya di sekitar Patimban akan meningkatkan tambahan produksi yang dapat menghantarkan Indonesia sebagai produsen mobil nomor satu di Asia Tenggara, yang saat ini posisi Indonesia masih berada di bawah Thailand sekaligus menjadi 12 besar negara di dunia yang memproduksi mobil.

Sebagai efek dominonya dengan melibatkan memproduksi pengoperasian kendaraan terminal di Pelabuhan Patimban maka momentum ini bisa dijadikan tantangan Nasional Indonesia dan IPCC untuk menjadi Terminal No. 1 di Asia Tenggara dan sekaligus 10 besar dunia. IPCC adalah anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan merupakan emiten yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 9 Juli 2018 yang performa dari sahamnya sampai saat ini cukup baik dan stabil.

News

Kilang RU III Hasilkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan Biosolar (B-20)

January 25, 2019

Palembang, 24 Januari 2019 – Pertamina Refinery Unit III melakukan Launching Perdana Bahan Bakar Ramah Lingkungan Biosolar (B-20) di Kilang RU III Plaju pada Kamis (24/1). Hal tersebut dilaksanakan sebagai komitmen menjalankan Kebijakan Pemerintah sesuai Permen ESDM No 41 Tahun 2018 untuk menerapkan penggunaan campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dengan minyak nabati (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) sebesar 20% yang diproduksi oleh Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN).

“Launching Biosolar (B-20) ini menunjukkan bahwa Pertamina Refinery Unit III Plaju siap mendukung program Pemerintah dan memenuhi security of supply khususnya di daerah Sumbagsel melalui sinergi bersama dengan Marketing Operation Region II Sumbagsel untuk melakukan produksi dan menyalurkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan kepada masyarakat ujar,” GM RU III Plaju, Yosua I. M Nababan pada sambutannya.

RU III telah melakukan improvement baik dari segi sarfas penerimaan FAME maupun produksi B-20 dalam tempo yang cukup cepat. Kilang RU III mampu mengolah pasokan FAME dari supplier dengan kapasitas 30.000-40.000 KL/bulan. FAME diterima melalui kapal dan disalurkan melalui RPM (Rumah Pompa Minyak) Fuel di area storage tanki untuk dilakukan blending Solar sebagai B-20 untuk kemudian di lifting melalui sarfas existing baik via kapal maupun pipeline ke TBBM wilayah Sumsel dan Lampung.

“Kami berterima kasih atas apresiasi Menteri ESDM RI saat kunjungannya ke RU III lalu. Menciptakan energi bersih menjadi prioritas kami sebagai Green Refinery pertama di Indonesia,” sambungnya.

Selain untuk memenuhi Regulasi, injeksi FAME sebanyak 20% ke dalam produk solar dapat memberikan potensi improvement kualitas finish product. Pjs. General Manager MOR II, Hendrix Eko Verbriono, pada launching perdana B-20 mengatakan, “Keunggulan B-20 ini memiliki CetaNe number diatas 50 yang artinya lebih tinggi bila dibandingkan dengan CetaNe number Solar murni yakni 48. Semakin tinggi angka cetane, semakin sempurna pembakaran sehingga polusi dapat ditekan. Kerapatan energi pervolume yang diperoleh juga makin besar. Selain itu, campuran FAME menurunkan sulfur pada produk Diesel tersebut”, tuturnya.

Penerapan Bahan Bakar Ramah Lingkungan ini tentunya juga berdampak pada pengendalian angka impor BBM sehingga diharapkan ikut mendukung stabilitas nilai rupiah dan menghemat devisa negara. Melalui pemanfaatan Minyak Sawit ini, selain menyejahterakan Petani Sawit dengan menjaga stabilisasi harga CPO juga mampu mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% dari Business as Usual (BAU) pada tahun 2030.

RU III Plaju merupakan salah satu dari 30 lokasi yang ditentukan menerima FAME dengan pertimbangan kebutuhan B-20 untuk Provinsi Sumsel dan Lampung sebanyak 3.500 – 5.000 KL/hari. Saat ini secara reguler dapat dipenuhi seluruhnya dari RU III Plaju yang mampu menghasilkan Biosolar (B-20) 180.000-200.000 KL/bulan. Ini merupakan bagian dari upaya Pertamina menjamin ketahanan stok BBM Ramah Lingkungan di pasaran.

Pertamina akan terus berinovasi menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan diantaranya langsung mengolah CPO di dalam kilang untuk menghasilkan green fuel berupa green gasoline, green diesel dan green avtur.

News

Pegadaian Resmikan Bank Sampah di Banyuwangi

January 25, 2019

Banyuwangi, 24 Januari 2019 — PT Pegadaian (persero) makin gencar mengajak masyarakat cerdas dalam mengolah dan mengubah sampah menjadi emas, setelah sukses membuka Bank Sampah di 12 kota di seluruh Indonesia, kini merambah ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Bank Sampah di Banyuwangi merupakan bentuk nyata dari CSR (Corporate Social Responsiblility) Pegadaian Bersih-Bersih, yang terdiri dari tiga program yaitu Pro Planet (bersih-bersih lingkungan), Pro Profit (bersih-bersih administrasi), dan Pro People (bersih-bersih hati).

“Kehadiran program ini sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, dimana masyarakat dapat membuat sampah menjadi tabungan emas,” ujar Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Harianto Widodo, di Peresmian Bank Sampah The Gade Clean & Gold, di Desa Sumber Agung, Pesanggaran, Banyuwangi pada (24/1).

Harianto menjelaskan selain memilah sampah menjadi emas, Bank Sampah dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan inklusi kepada masyarakat, dan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah. Ia menambahkan tujuan dari Bank Sampah ini juga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat, mengurangi dampak sampah lingkungan, dan meningkatkan sumber penghibur.

“Untuk proses sampah menjadi emas, dimulai dari pemilihan sampah yang diambil dari sampah rumah tangga yang berdasarkan jenis sampah seperti organik dan anorganik, sehingga sampah-sampah yang sudah dikumpulkan dapat melalui proses penyetoran, penimbangan, penghitungan, dan hingga tahap akhir hasil penimbangan ke dalam tabungan emas.”

Sedangkan, pemilihan Kabupaten Banyuwangi dijelaskan bahwa sampah yang dihasilkan kota tersebut cukup besar, yaitu 600 ton perhari dari 13 kecamatan atau lebih dari separuh jumlah kecamatan di Banyuwangi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan bahwa Program Bersih-Bersih Pegadaian yang di luncurkan di Desa Sumber Agung, Pesanggaran, Banyuwangi akan memberi dampak yang sangat positif bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi lingkungan.

“Semoga adanya Bank Sampah ini, masyarakat Banyuwangi semakin sadar akan artinya kebersihan. Sehingga dapat meningkatkan sisi kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Anas.

Anas menjelaskan Kabupaten Banyuwangi memiliki petugas dan program pengelolaan sampah untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi adalah dengan memasang CCTV di sejumlah titik aliran sungai.

Selain itu, Banyuwangi tercatat memiliki 23 ruang terbuka hijau, yang dapat di manfaatkan sebagai ruang publik sekaligus menjaga kebersihan udara.

Pada tahun 2017, Kabupaten Banyuwangi kembali meraih Penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kesehatan (LHK) yang dinilai sebagai daerah yang mampu menjaga lingkungan dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan. Penghargaan tersebut merupakan yang kelima kalinya secara berturut-turut bagi Kabupaten Banyuwangi sejak 2013.

News

DPR Revisi UU BUMN

January 24, 2019

Jakarta – Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tengah merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003, terkait Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Revisi tersebut menyangkut beberapa hal penting dalam badan BUMN.

Faktor-faktor tersebut terdiri dari, pertama setiap pengangkatan Direktur Utama BUMN, harus melewati proses uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR. Kedua, jabatan direksi dan komisaris sering kali diambil alih oleh pejabat pemerintah sehingga terjadi rangkap jabatan.

Ketiga, pembentukan holding, akusisi, merger, dan divestasi harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari DPR. Keempat, BUMN diminta untuk fokus untuk memberikan binaan dan pengarahan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan melakukan pengalokasian dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sementara itu, adanya revisi UU Nomor 19 Tahun 2013, semua BUMN diharapkan dapat berjalan dengan lebih baik dan profesional.

News

Arus Petikemas Pelindo III Naik 8,5 Persen

January 23, 2019

Surabaya (22/01) – Jumlah arus petikemas sepanjang tahun 2018 di terminal pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III naik 8,5 persen jika dibandingkan periode sebelumnya di tahun 2017. Data Pelindo III mencatat arus petikemas tahun 2018 sebesar 5,3 juta TEUs sementara di tahun 2017 hanya sebesar 4,9 juta TEUs.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menyebut kenaikan jumlah arus petikemas tersebut salah satunya disebabkan oleh meningkatnya arus petikemas luar negeri di lingkungan Pelindo III yang mencapai 9,35 persen. Arus petikemas luar negeri tumbuh dari 2,1 juta TEUs di tahun 2017 menjadi 2,3 juta TEUs di tahun 2018.

“Di tahun 2018 kemarin ada 1,14 juta TEUs petikemas impor, 1,15 juta TEUs petikemas eksport dan 21 ribu petikemas transhipment internasional. Kegiatan petikemas internasional dilakukan di 3 terminal Pelindo III yakni Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Terminal Teluk Lamong (TTL) dan di Terminal Petikemas Semarang (TPKS),” kata Faruq di Surabaya, Selasa (22/01).

Lebih lanjut Faruq menyebut kenaikan arus petikemas di lingkungan Pelindo III juga dipicu oleh meningkatnya arus petikemas domestik sebesar 8 persen. Sepanjang tahun 2018, Pelindo III mencatat arus petikemas domestik sebesar 3 juta TEUs. Hal ini salah satunya disebabkan oleh letak pelabuhan di bawah Pelindo III yang berada di antara kawasan barat dan timur Indonesia.

“Sebanyak 70 persen arus petikemas domestik Pelindo III tercatat di Pelabuhan Tanjung Perak. Ini semakin mengukuhkan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pusat petikemas domestik di Indonesia. Ada 72 rute pelayaran domestik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Setidaknya 75 persen dari rute tersebut mengarah ke wilayah timur Indonesia,” tambahnya.

Jawa Tengah

Terpisah Kepala Humas Pelindo III R. Suryo Khasabu mengatakan arus petikemas internasional di Terminal Petikemas Semarang di area Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah mengalami peningkatan sebesar 5 persen. Arus petikemas tersebut didominasi petikemas ekspor yang yang mencapai 331 ribu TEUs. Sementara petikemas impor tercatat sebanyak 311 ribu TEUs.

“Barang-barang ekspor yang melalui Terminal Petikemas Semarang didominasi oleh produk kerajinan tangan, produk hortikultura, tekstil, dan beberapa produk lainnya. Daerah penghasil komoditas ekpor adalah Boyolali, Kudus, Jepara, Semarang, dan juga Purbalingga,” ucapnya.

Pelindo III juga tengah melakukan pengembangan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Serangkaian pekerjaan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan maupun kapasitas produksi di pelabuhan utama Jawa Tengah itu. Seperti pengerukan kolam pelabuhan di dermaga petikemas menjadi -12 meter di bawah permukaan laut (LWS), peninggian lapangan penumpukan petikemas, penambahan alat bongkar muat jenis Automated Rubber Tyred Ganty (A-RTG).

“Kami juga akan membangun terminal curah di Pelabuhan Tanjung Emas dengan luas area 7 hektar tepatnya di Kalibaru Barat. Saat ini kami masih menunggu turunnya izin dari Kementerian Perhubungan, diharapkan pekerjaan kami dapat selesai pada tahun 2020 mendatang,” jelasnya.