BRIEF.ID – Pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Ali Larijani, yang menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Ia tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Israel ke Teheran, bersama beberapa orang di sekitarnya, termasuk anggota keluarga dan pengawal.
Selain Larijani, Jenderal Gholam Reza Soleimani yang menjabat sebagai Kepala Basij, pasukan sukarelawan Garda Revolusi juga tewas.
Serangan yang menewaskan dua pejabat keamanan senior Iran menjadi pukulan besar bagi kepemimpinan Republik Islam, disaat negara itu menghadapi ujian terberatnya dalam beberapa dekade terakhir.
Larijani dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di negara itu sejak Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara pada hari pertama perang, 28 Februari 2026.
Baik Larijani maupun Soleimani sama-sama berperan penting dalam penindakan keras Iran terhadap protes pada bulan Januari 2026, yang menantang kekuasaan teokrasi selama 47 tahun.
Iran, yang mengkonfirmasi kedua pembunuhan tersebut, menembakkan rentetan rudal dan drone ke negara-negara tetangga Arab Teluk dan Israel.
“Jiwa-jiwa suci para martir merangkul jiwa suci hamba Allah yang saleh, Syahid Dr. Ali Larijani,” demikian pernyataan resmi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pada Selasa (17/3/2026) malam, seraya menambahkan bahwa putra dan para pengawalnya juga tewas bersamanya.
“Setelah seumur hidup berjuang untuk kemajuan Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya mencapai aspirasinya yang telah lama diidamkannya, menjawab panggilan ilahi, dan dengan terhormat meraih rahmat kesyahidan di medan pengabdian,” tambah pernyataan itu.
Israel sebelumnya mengatakan telah membunuh Larijani, tokoh kunci politik Iran, dalam serangan semalam. Ia adalah tokoh Iran paling senior yang tewas dalam perang sejak pemimpin tertinggi Ali Khamenei terbunuh pada hari pertama perang.
Kematiannya menghilangkan tokoh penting di jantung lembaga politik dan keamanan rezim pada saat krisis akut dan merupakan pukulan telak. (AP/The Guardian/nov)


