BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ang sempat dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (12/3/2026), berbalik melemah hingga menyuh level Rp16.900 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka menguat tipis 0,01% atau 2 poin menjadi Rp16.884 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.886 per dolar AS.
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,1% ke level Rp16.887 per dolar AS. Hingga pukul 13:00 WIB, pergerakan rupiah semakin melemah dan terpantau berada di level Rp16.911 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi pergerakan indeks dolar AS, yang makin perkasa hingga nyaris menyentuh level 100. Pada perdagangan sesi pagi ini, indeks dolar AS menguat 0,22% ke level 99,49.
Selain itu, tekanan terhadap rupiah juga dipicu kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia. Investor mencermati risiko pelebaran defisit anggaran seiring kenaikan harga minyak dunia.
Pemerintah terus mendorong efisiensi di berbagai Kementerian/Lembaga, namun anggaran untuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang besar tetap dipertahankan.
Sementara dari sisi penerimaan, arus modal masuk (capital outflow) makin menurun, seiring peringkat investasi dan peringkat utang Indonesia yang direvisi berbagai lembaga keuangan dunia.
Suku bunga yang murah, juga membuat daya tarik investasi di aset rupiah makin berkurang. Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga lima kali sepanjang 2025 dengan total pemangkasan sebanyak 125 bps. Ketika selisih suku bunga dengan negara lain mengecil, minat investor asing untuk menempatkan dana di Indonesia juga bisa berkurang.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak melemah di kisaran level Rp16.870 per dolar AS hingga Rp16.920 per dolar AS. (jea)


