BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup melemah, pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Dow Jones Industrial Average (DJIA) berada di level 49.149,63 atau turun 0,1%, indeks S&P 500 berada di angka 6.926,60 (turun 0,5%), dan Nasdaq Composite di level 23.471,75 (turun 1,0%).
Pelemahan dipimpin saham perbankan, yaitu Wells Fargo, Bank of America, dan Citigroup pasca laporan kinerja, serta saham teknologi berkapitalisasi besar. Sementara itu, sektor energi dan saham berkapitalisasi kecil relatif lebih baik, dan imbal hasil obligasi AS menurun.
Saham-saham bank besar ditutup melemah meskipun beberapa di antaranya melaporkan kinerja yang di atas estimasi. JPMorgan memperingatkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh usulan Presiden AS Donald Trump mengenai pembatasan suku bunga kartu kredit terhadap keuntungan industri dan konsumen.
Investor juga mencermati komentar seputar independensi bank sentral AS, yang telah menjadi fokus utama sejak pemerintahan Presiden Trump meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap Chairman The Fed, Jerome Powell.
Ketidakpastian geopolitik juga membebani sentimen pasar. Harga minyak mentah menguat di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan dari Iran. Namun, harga minyak mentah kemudian turun setelah Trump memberi sinyal mungkin tidak akan menyerang Iran. Sementara itu pertemuan antara AS, Denmark, dan Greenland tidak mencapai kesepakatan, namun masih akan ada pertemuan berikutnya.
Imbal hasil US 10-year turun 2 bps di level 4,144%. Harga emas di pasar spot menguat 1,1% ke level US$ 4.635 per troy ons. Harga emas dan perak berlanjut menguat karena permintaan aset safe haven dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. (nov)


