Saham BMRI Bakal Stock Split Rasio 1:2

BRIEF.ID – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan melakukan stock split dengan rasio 1:2. Stock split saham akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 14 Maret 2023.

Sedangkan awal perdagangan saham hasil stock split ditargetkan pada 12 April 2022. Dalam hal ini, setiap 1 saham lama senilai Rp 250 per saham akan dipecah menjadi 2 saham dengan nominal Rp 125.

“Pemecahan nilai nominal saham diusulkan dengan rasio 1:2, yaitu setiap satu lembar saham lama dengan nilai nominal Rp 250 menjadi dua saham dengan nilai nominal Rp 125 per saham,” demikian pengumuman Bank Mandiri yang dipantau Senin (6/2/2023).

Berdasarkan Prospektus Bank Mandiri, saham Seri A Dwiwarna akan tetap dipertahankan 1 saham dan sisanya akan diperhitungkan menambah saham Seri B milik Negara Republik Indonesia.

Disebutkan, stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini bisa dicapai dengan meningkatkan jumlah unit saham beredar.

Stock split tersebut juga bertujuan untuk memperluas distribusi kepemilikan saham melalui penyesuaian harga saham, sehingga mencapai trading range optimal untuk menjangkau berbagai lapisan investor.

Jika stock split terlaksana, jumlah saham BMRI akan meningkat dari 64 miliar saham menjadi 128 miliar saham.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dongkrak Ekonomi Kuartal IV 2026, Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan dan BSU Rp31 Triliun

BRIEF.ID – Pemerintah tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp31 triliun...

Pemerintah Siapkan 7 Program Ekonomi 2027, PPh Pekerja di Bawah Rp10 Juta Bakal Diperluas

BRIEF.ID - Pemerintah tengah menyiapkan perluasan insentif pajak penghasilan...

APBN 2027 Naikkan TKD Jadi Rp735 T, Pemda Bisa Akses Pembiayaan Inovatif

BRIEF.ID - Pemerintah daerah (pemda) akan mendapat akses pembiayaan...

Skema Recycle KPR Dorong Rumah Subsidi Jadi Aset Hunian yang Terus Berputar

BRIEF.ID – Rumah subsidi yang kembali dikuasai perbankan akibat...