BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), imbas ancaman tarif impor AS terbaru untuk 8 negara eropa.
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,10% atau 17 poin menjadi Rp16.904 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.887 per dolar AS.
Sementara di pasar spot hari ini, nilai tukar rupiah sempat dibuka menguat 0,11% ke posisi Rp16.866 per dolar AS, namun perlahann berbalik melemah. Hingga pukul 09:45 WIB, nilai tukar rupiah terpantau berada di Rp16.915 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di saat indeks dolar AS justru bergerak melemah sebesar 0,22% ke level 99,178 pada perdagangan hari ini. Hal itu, menempatkan rupiah sebagai mata uang Asia paling lemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
Mayoritas mata uang Asia dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, seperti Yen Jepang (+0,32%), Dolar Singapura (+0,19%), offshore Renminbi Tiongkok (+0,12%), Ringgit Malaysia (+0,12%), dan Won Korea Selatan (+0,13%). Sementara mata uang Asia yang melemah selain rupiah, antara lain Peso Filipina (-0,07%), dan Dolar Hong Kong (-0,02%).
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melanjutkan pelemahah pada perdagangan hari ini, dengan bergerak di kisaran level Rp16.890 per dolar AS hingga Rp16.920 per dolar AS.
Faktor eksternal masih terus menekan laju rupiah, antara lain ancaman Presiden AS, Donald Trump, untuk menaikan tarif impor sebesar 10% kepada 8 negara eropa yang menentang rencana AS mengendalikan Greenland.
Sementara dari dalam negeri, investor masih mencermati sengtimen defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dan data penjualan sektor otomotif dan properti yang menurun. (jea)


