BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah makin tertekan dan mendekati level Rp16.800 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kuirs rupiah dibuka stagnan atau tidak mengalami perubahan dari nilai pada penutupan perdagangan Rabu (7/1/2026), yakni di level Rp16.780 per dolar AS.
Namun seiring perjalanan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terus melemah. Hingga pukul 10:00 WIB, nikai tukar rupiah terpantau berada di level Rp16.795 per dolar AS atau terpaut 5 poin dari level psikologis Rp16.800 per dolar AS.
Pergerakan di pasar kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) juga menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang rupiah belum mereda.
Masuk hari kelima perdagangan di Tahun 2026, rupiah di pasar NDF melemah 0,06% dan dibanderol Rp16.782 per dolar AS.
Pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen luar negeri, seiring invasi militer untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sesuai perintah Presiden AS, Donald Trump.
Hal itu, membuat investor memburu emas dan dolar AS, serta US Treasury, sehingga indeks dolar AS terus menguat. Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS menguat 0,11% di level 98.684.
Secara teknikal, rupiah diprediksi masih melemah dengan level support terdekat ada di Rp16.780 per dolar AS dan level resistance di Rp16.800 per dolar AS. Jika rupiah terus melemah, maka level support berikutnya di Rp16.800, dan level resistance Rp16.850.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi cenderung bergerak melemah di kisaran level Rp16.780 per dolar AS hingga Rp16.800 per dolar AS. (jea)


