Rupiah Hari Ini Melemah Saat Dolar AS Bangkit, Investor Kembali Hindari Aset Berisiko

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah saat dolar Amerika Serikat (AS) bangkit pada perdagangan hari ini, Jumat (7/11/2025), seiring sikap investor yang kembali menghindari aset berisiko.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka melemah tipis 0,02% atau 4 poin menjadi Rp16.705 per dolar AS dari level sebelumnya Rp16.701 per dolar AS.

Hingga pukul 10:30 WIB, nilai tukar rupiah terpantau masih tertekan di zona merah dan berada di level Rp116.709 per dolar AS. Hal serupa terjadi pada mata uang Asia lainnya yang tertekan seiring bangkitnya dolar AS.

Pada perdagangan pagi ini, indeks dolar AS, yang mengukur posisi greenback terhadap 6 mata uang utama dunia, menguat 0,06% ke level 99,758.

Hal itu, menjadi kebangkitan indeks dolar AS setelah melemah 2 hari berturut-turut, dan terhempas dari level 100. Pada perdagangan Kamis (6/11/2025), indeks dolar AS ditutup melemah 0,51% ke level 99,695.

Penguatan dolar AS pada perdagangan hari ini, dipicu aksi investor yang nampaknya menghindari aset-aset berisiko, terutama pasar saham dan valuta asing (valas).

Kondisi tersebut, juga memicu pengalihan modal investor dari pasar ekuitas negara berkembang atau emerging market, terutama di kawasan Asia.

Penutupan pemerintah (government shutdown) AS, yang telah melewati 1 bulan dan tak kunjung jelas kapan berakhir, membuat sejumlah data ekonomi belum dapat dirilis.

Dampaknya, investor cenderung berhati-hati, karenatidak ingin mengambil risiko, sehingga lebih memilih mengamankan investasi ke logam mulia atau US Treasury.

Untuk perdagangana hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak konsolidatoif dengan kecenderungan melemah tipis di kisaran level Rp16.680 per dolar AS hingga Rp16.720 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Perjanjian New START Berakhir, Sekjen PBB Minta Rusia dan AS Kembali Berunding

BRIEF.ID - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta Rusia...

Perjanjian New START Rusia-AS Berakhir, Ciptakan Perlombaan Senjata Nuklir

BRIEF.ID - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)...

Daftar Emiten Bigcaps yang Terancam Free Float 15%, Ada 3 Bank Besar

BRIEF.ID - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan ada...

OJK dan BEI Gaspol Naikan Free Float 15%, 49 Emiten Bigcaps Jadi Sasaran Utama

BRIEF.ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek...