Rupiah Ditutup Melemah Jadi Rp17.939 per Dolar AS Imbas Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) imbas defisit neraca perdagangan Mei 2026 yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (1/7/2026), kurs rupiah ditutup melemah 0,17% atau 32 poin ke level Rp17.939 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.907 per dolar AS.

Pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah Jisdor dibuka melemah 0,21% atau 37 poin menjadi Rp17.944 per dolar AS dari posisi  sebelumnya di level Rp17.907 per dolar AS.

Sementara rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,4% ke level Rp17.950 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.878 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipicu sentimen negatif rilis BPS terkait neraca perdagangan barang Indonesia pada Mei 2025, yang untuk pertama kalinya mengalami defisit dalam 6 tahun terakhir.

BPS mencatat neraca perdagangan barang Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sejak Mei 2020. Terakhir, neraca dagang Indonesia mengalami surplus US$89,1 juta pada April 2026.

Selain itu, pelaku pasar juga menyoroti lonjakan inflasi Indonesia pada Juni 2026 yang tercatat mencapai 3,34% secara tahunan atau Year-on-Year (YoY).

Dari luar negeri, pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS menguat di 101,35.

Penguatan indeks dolar AS menyeret mayoritas mata uang Asia tertekan ke zona merah, antara lain Won Korea Selatan, Peso Filipina, Baht Thailand, Dolar Singapura, Yuan Tiongkok, Yen Jepang, dan Ringgit Malaysia.

Pada pekan ini, rupiah diprediksi berada dalam tren melemah, seiring pelaku pasar bersikap hati-hati masuk ke pasar keuangan emerging market, karena menunggu rilis data ekonomi AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hari Bhayangkara ke-80, Komisi III DPR Dorong Polri Perkuat Profesionalisme dan Integritas

BRIEF.ID - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan...

Politisi Gerindra Kawendra Lukistian: RI Perlu Segera Perkuat Regulasi terhadap OTT Global

BRIEF.ID - Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian, menilai...

Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit US$1,61 Miliar, Pertama Kali dalam 6 Tahun Terakhir

BRIEF.ID -  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan...

Inflasi Juni 2026 Melonjak Jadi 3,34% YoY, Pemicu Utama Bahan Pokok

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi...