Rupiah Bangkit Ditopang Kenaikan Data PMI Manufaktur Indonesia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah bangkit dari keterpurukan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (3/3/2025), ditopang kenaikan data Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,34% atau 56 poin menjadi Rp16.540 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.596 per dolar AS.

Hingga pukul 10:00 WIB, rupiah masih bergerak di zona hijau dan menjadi mata uang Asia yang paling menguat terhadap dolar AS, terpantau berada di level Rp16.532 per dolar AS.

Penguatan rupiah pada transaksi awal pekan ini, didukung sentimen positif  laporan aktivitas manufaktur Indonesia pada Februari 2025, yang menyentuh level tertinggi dalam 11 bulan terakhir.

S&P Global mengumumkan pagi ini, PMI Manufaktur Indonesia naik menjadi  53,6 pada Februari 2025, dibandingkan posisi 51,9 di bulan sebelumnya. Capaian tersebut menjadi level PMI Manufaktur Indonesia tertinggi sejak Maret 2024.

Selain itu, level output juga naik menyentuh 54,4 pada Februari 2025 dibanding level 52,3 pada Januari 2025, tercatat menjadi capaian tertinggi sejak Mei 2024 dan ekspansi dalam empat bulan beruntun. Pemesanan baru juga naik ke level tertinggi sejak Maret 2024. 

Sentimen positif juga datang dari kembali masuknya investor ke pasar keuangan emerging market, setelah data produk domestik bruto (PDB) terbaru Amerika Serikat (AS) menunjukan perlambatan.

Hal itu, membuat indeks dolar AS tertekan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, indeks dolar AS terpantau turun di kisaran 107,18, setelah pekan lalu membukukan kenaikan 0,94%.

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS, antara lain Dolar Singapura yang naik 0,20%, Yen Jepang 0,13%, Ringgit Malaysia 0,10, Peso Filipina 0,10%, yuan  offshore  0,07%, serta Dolar Hong Kong 0,03%.

Sedangkan Dolar Taiwan melemah 0,16%, Baht Thailand terkoreksi 0,12%, dan Yuan Tiongkok tergerus 0,05%.

Meski demikian, penguatan rupiah masih dibayangi ancaman kenaikan tarif barang impor, yang digaungkan Presiden AS, Donald Trump.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat di kisaran level Rp16.500 per dolar AS hingga Rp16.525 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Departemen Kehakiman AS Hentikan Penyelidikan Terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

BRIEF.ID – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menghentikan penyelidikan...

Siapakah Bang Si-hyuk? Tokoh di Balik Sukses BTS

BRIEF.ID – Bang Si-hyuk adalah seorang produser musik, penulis...

Jaksa Korea Selatan Tolak Permintaan Penangkapan Polisi Terhadap Bang Si-Hyuk

BRIEF.ID – Jaksa Korea Selatan menolak permintaan polisi untuk...

Utusan Pemerintah AS Witkoff dan Kushner Bertemu Menlu Iran Abbas Araghchi di Islamabad

BRIEF.ID – Gedung Putih menyatakan bahwa Utusan Pemerintah Amerika...