Rupiah Anjlok ke Rp16.965 per Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah anjlok 0,36% ke level Rp16.965 per dolar AS (Amerika Serikat) pada penutupan perdagangan Jumat (27/3/2026). Tekanan terhadap rupiah dipicu lonjakan harga minyak dunia.

Pada awal perdagangan di pasar spot hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp16.924 per dolar AS. Pelemahan rupiah terus berlanjut, terutama dipengaruhi sentimen eksternal.

Harga minyak mentah Brent kembali melonjak 1,16% menjadi US$108,9 per barel, seiring ketidakpastian negosiasi AS dan Iran untuk mengakhiri perang.

Pernyataan Iran terhadap tawaran negosiasi AS, serta penegasan kedaulatan Iran terhadap penutupan Sleat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dunia di kawasan Timur Tengah, membuat kekhawatiran terhadap krisis energi global meningkat.

Para analis bahkan memperkirakan harga minyak dunia bisa menembus US$200 per barel, jika Iran menolak negosiasi perdamaian, dan serangan terhadap Iran meluas, karena dapat melibatkan negara-negara Teluk, yang bersekutu dengan AS.

Hal itu, membuat indeks dolar AS melesat 0,1% ke level 100, dan menekan hampir seluruh mata uang dunia termasuk di kawasan Asia, antara lain Rupee India (-0,8%), Peso Filipina (-0,48%), Ringgit Malaysia (-0,4%), Rupiah (-0,36%), Baht Thailand (-0,3%), Dolar Singapura (-0,09%), dan Yen Jepang (-0,09%). 

Lonjakan harga minyak dunia juga semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia, terutama untuk subsidi dan kompensasi energi.

Hal itu, dipastikan semakin memperlebar defisit APBN, dan menimbulkan lonjakan inflasi karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak terhindarkan.

Bagi investor asing, Kekhawatiran melebarnya defisit fiskal telah meningkatkan persepsi risiko investasi, dan mendorong arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan Indonesia. Hal itu, sudah terlihat dari tekanan pada IHSG, juga pasar Surat Utang Negara (SUN).

Pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, IHSG berakhir terkoreksi 0,94% atau 67,03 poin ke level 7.097. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terpantau terus bergerak di zona merah, sempat menyentuh level terendah di 7.070, dan level tertinggi di 7.154.

Sementara imbal hasil atau yield SUN dengan tenor jangka pendek terus mengalami kenaikan. Yield SUN tenor 1 tahun naik 1,9 basis poin (bps) ke 6%, tenor 2 tahun naik 1,1 bps ke 6,3%, tenor 3 tahun naik 0,8 bps ke 6,42%, dan yield SUN 5 tahun naik 2 bps ke 6,61%. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Akhir Pekan Terhempas dari Level 7.100, Saham Telkom dan Astra Masih Tertekan

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Pertamina Negosiasi dengan Iran untuk Izinkan 2 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

BRIEF.ID - PT Pertamina (Persero) terus melakukan negosiasi dengan...

Iran Izinkan Kapal Tanker Malaysia dan Thailand Lewati Selat Hormuz

BRIEF.ID - Otoritas Iran telah mengizinkan kapal tanker Malaysia...

Kemenkeu Jelaskan Menkeu Kurang Bayar Pajak

BRIEF.ID – Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian...