BRIEF.ID – Warga Greenland dan Denmark semakin geram membaca unggahan di media sosial, mantan pejabat pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kini menjadi podcaster, Katie Miller.
Dikutip dari The Associated Press, Rabu (7/1/2026), unggahan tersebut menampilkan peta Greenland yang diilustrasikan dengan warna bendera Bintang dan Garis disertai dengan keterangan: “SEGERA.”
“Kami mengharapkan penghormatan penuh pada integritas teritorial Kerajaan Denmark,” kata Duta Besar Jesper Møller Sørensen, utusan utama Denmark untuk Washington, AS dalam sebuah unggahan untuk menanggapi Miller, yang menikah dengan wakil kepala staf Trump, Stephen Miller.
Departemen Pertahanan AS mengoperasikan Pangkalan Luar Angkasa Pituffik di Greenland barat laut. Pangkalan itu dibangun setelah perjanjian pertahanan tahun 1951 antara Denmark dan AS.
Pangkalan ini mendukung peringatan rudal, pertahanan rudal, dan operasi pengawasan ruang angkasa untuk AS dan NATO.
Di daratan Denmark, kemitraan AS dan Denmark telah berlangsung lama. Denmark membeli jet tempur F-35 buatan AS dan tahun lalu, parlemen Denmark menyetujui rancangan undang-undang untuk mengizinkan pangkalan militer AS di wilayah Denmark.
Para kritikus mengatakan persetujuan itu sama artinya menyerahkan kedaulatan Denmark kepada AS. Undang-undang itu juga memperluas perjanjian militer sebelumnya, yang dibuat pada tahun 2023 dengan pemerintahan Joe Biden, di mana pasukan AS memiliki akses luas ke pangkalan udara Denmark di negara Skandinavia itu.
Greenland adalah sebuah pulau yang memiliki kondisi alam ekstrem, budaya yang kaya, dan berperan penting dalam perubahan iklim global.
Dikutip dari livescience.com, Greenland memiliki luas 2,16 juta km² dan disebut sebagai pulau terbesar di dunia yang tidak dianggap sebagai benua.
Sekitar 80% wilayah Greenland tertutup lapisan es, yang dikenal sebagai Greenland Ice Sheet. Lapisan ini memiliki ketebalan hingga 3.000 meter di beberapa tempat dan merupakan cadangan es air tawar terbesar kedua di dunia setelah Antartika.
Nama Greenland (Tanah Hijau) mungkin terdengar aneh mengingat sebagian besar pulau ini tertutup es. Ada teori yang mengatakan bahwa nama ini berasal dari seorang Viking bernama Erik the Red, yang pada Abad X menamainya demikian untuk menarik pemukim baru.
Namun, di bagian selatan Greenland, terutama disaat musim panas, beberapa wilayah menjadi hijau dengan padang rumput dan vegetasi tundra.
Meskipun Greenland adalah wilayah otonomi Denmark, pada tahun 1985 mereka memilih keluar dari Masyarakat Ekonomi Eropa (pendahulu Uni Eropa). Masyarakat Greenland tetap mempertahankan hubungan dengan Denmark dalam urusan pertahanan dan moneter, tetapi memiliki otonomi dalam banyak aspek pemerintahan, termasuk kebijakan perikanan dan sumber daya alam. (nov)


