BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/4/2026).
Harapan terjadinya gencatan senjata antara AS dan Iran menjadi faktor positif yang mempengaruhi penguatan indeks. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan menegaskan kembali deadline yang ditetapkan, pada Selasa (7/4/2026) bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sebelumnya, Iran menyatakan telah menolak proposal gencatan senjata yang berpotensi mengakhiri konflik AS-Iran.
Menurut Reuters, AS dan Iran telah menerima kerangka rencana untuk menghentikan konflik, meskipun Iran menolak pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung. Rencana itu akan memulai gencatan senjata segera diikuti oleh pembicaraan tentang solusi konflik yang akan diselesaikan dalam waktu 15 hingga 20 hari.
Media pemerintah Iran melaporkan telah menyampaikan tanggapannya atas proposal tersebut, menolak gencatan senjata dan sebaliknya menekankan perlunya pengakhiran perang secara permanen.
Trump mengatakan bahwa Iran telah mengajukan proposal, namun tidak cukup baik. Pernyataan kedua negara tersebut membuat investor berada dalam ketidakpastian di tengah harapan akan adanya gencatan senjata.
Harga minyak menguat terbatas, pada Senin (6/4/2026), setelah Trump kembali menegaskan ancamannya untuk menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika tidak setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turun kurang dari 1 bps ke level 4,339%, pada Senin (6/4/2026). Harga emas spot melemah 0,4% di level US$ 4.654 per troy ons di tengah penantian kepastian apakah gencatan senjata akan benar terjadi atau tidak. (nov)


