Presiden Trump Keluarkan Perintah Eksekutif Kerahkan Tambahan 1.500 Personel Militer ke Perbatasan AS-Meksiko

BRIEF.ID –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan Perintah Eksekutif untuk mengerahkan tambahan 1.500 personel militer AS  ke perbatasan AS-Meksiko. Kebijakan ini  bertujuan untuk memperkuat keamanan perbatasan dan mencegah masuknya migran ilegal.

Seperti diberitakan El Pais, penambahan ini melengkapi sekitar 2.200 personel militer aktif dan 4.500 anggota Garda Nasional Texas, yang sudah bertugas di perbatasan. Tugas utama personel tambahan meliputi dukungan logistik, administratif,  penyediaan helicopter, dan analisis intelijen untuk membantu patroli perbatasan.

Tentara AS pada umumnya dilarang menjalankan tugas penegakan hukum domestik, sebagaimana dibatasi sebuah undang-undang yang disahkan pada 1878.

Dikutip dari Antara, Kamis (23/1/2025) dalam instruksi yang diteken usai pelantikannya sebagai Presiden AS ke-47, pada Senin (20/1/2025, Trump menyatakan akan memutuskan dalam 90 hari apakah akan memanfaatkan UU Pemberontakan supaya batasan bagi tentara AS  bisa dikesampingkan.

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan, rakyat Amerika telah menunggu saat seperti ini, dimana Departemen Pertahanan benar-benar menangani urusan keamanan dalam negeri secara serius.

“Ini adalah prioritas nomor satu rakyat Amerika. Dan, sang Presiden telah melaksanakannya,” kata Leavitt.

Dia tak menjelaskan lebih lanjut terkait tugas personel baru yang diterjunkan tersebut.

Di hari pertamanya sebagai Presiden AS,  Trump menandatangani serangkaian perintah eksekutif untuk menekan masuknya migran, termasuk dengan menyatakan situasi darurat di perbatasan AS-Meksiko.

Demi menjaga perbatasan, Trump memberi wewenang kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Kehakiman, dan Departemen Luar Negeri untuk mengambil semua tindakan yang perlu untuk secara segera mencegah, memulangkan, dan mengusir orang asing ilegal di sepanjang perbatasan selatan AS.

“Melalui kewenangannya, Presiden Trump lebih lanjut membatasi akses terhadap ketentuan imigrasi yang memungkinkan orang asing ilegal yang terlibat dalam invasi di sepanjang perbatasan selatan AS untuk menetap di AS, termasuk suaka,” demikian pernyataan Gedung Putih. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Iklim Usaha Memburuk, Ekonom Paramadina: Pengusaha Mulai Takut Ekspansi

BRIEF.ID - Kekhawatiran pengusaha atas buruknya iklim usaha kini...

Siti Zuhro: Indonesia Bisa Miskin, Tapi Jangan Kehilangan Integritas dan Moralitas

BRIEF.ID - Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional...

Ekonom Paramadina Ingatkan Risiko Fiskal dan Iklim Usaha, Pemerintah Diminta Segera Koreksi Kebijakan

BRIEF.ID — Pengamat Ekonomi dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin...

Peneliti BRIN Soroti Krisis Integritas Elite: Jabatan Tak Lagi Dipandang sebagai Pengabdian

BRIEF.ID - Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional...