Presiden Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Dilaksanakan

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Kebijakan ini sebagai langkah strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar makin berdaya saing.

Program MBG  yang kini dikerjakan 22 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), telah dinikmati lebih dari 60 juta penerima manfaat dan merupakan kebutuhan mendesak bagi mayoritas rakyat dan telah menjadi praktik umum di berbagai negara maju. Jumlah penerima manfaat ini setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan,  10 kali penduduk Singapura,  dan 2 kali lipat penduduk Malaysia, setiap hari.

“Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakannya. Dan, di negara-negara maju dan negara-negara  demokratis, pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya,” ujar Presiden pada  peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta  groundbreaking 107 SPPG Polri,  di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Program Makan Bergizi Gratis  tidak hanya menjadi kebijakan sosial, tetapi juga merupakan strategi transformasi nasional untuk menciptakan generasi sehat, memperkuat produktivitas ekonomi, serta mempercepat langkah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ia  menegaskan, program MBG mungkin tidak dirasakan urgensinya oleh kelompok masyarakat  berkecukupan, namun sangat vital bagi rakyat yang rentan secara ekonomi. Ia  juga mengakui bahwa sejak awal peluncurannya, program MBG menghadapi berbagai kritik dan penolakan. Namun ia menegaskan  bahwa kebijakan itu berada di jalur yang benar.

“Tapi saya yakin, waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik,” ungkap dia.

Ia  menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi kondisi stunting yang pernah mencapai 25% dari total anak Indonesia. Persoalan itu tidak dapat diselesaikan hanya dengan teori atau wacana, melainkan melalui intervensi langsung pemerintah.

“Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain. Bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah. Langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia,” ujarnya.

Terkait pembiayaan program, Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG dibiayai melalui efisiensi dan penghematan anggaran negara. Kepala Negara juga memastikan bahwa defisit APBN tetap terkendali.

“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri. 3 persen defisit kita saudara-saudara sekalian, 3 persen dari PDB. Dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk kita kurangi dari situ,” ujarnya.

(nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Skenario Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jelang Lawan Malaysia

BRIEF.ID – Tim Nasional Indonesia menjaga peluang melaju ke...

Polri Kerahkan Ribuan Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Ini Titik Pengamanannya

BRIEF.ID - Polri telah mengerahkan 2.373 personel untuk mengamankan...

Kasus Kecelakaan KM Virgo Transport 8 Dilimpahkan ke Mabes Polri

BRIEF.ID – Polri melimpahkan penanganan kasus kecelakaan KM Virgo...

IHSG Ambruk ke Level 6.100 saat BEI Berlakukan Batas Bawah Harga Saham Jadi Rp1

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk ke...