BRIEF.ID – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan selamat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas “kepemimpinannya yang berani dan bersejarah demi kebebasan dan keadilan.”
“Selamat, Presiden @realDonaldTrump atas kepemimpinan Anda yang berani dan bersejarah demi kebebasan dan keadilan. Saya salut atas tekad Anda yang tegas dan tindakan brilian dari para prajurit pemberani Anda,” kata PM Netanyahu yang diunggah melalui akun X, Minggu (4/1/2025).
Secara terpisah, seperti dilansir dari The Associated Press, Minggu (4/1/2026) Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan diskusi tentang “situasi yang berkembang” di Venezuela akan berlangsung dengan rekan-rekan AS pada beberapa hari mendatang.
Disebutkan, pemerintahnya “tidak akan meneteskan air mata” atas berakhirnya rezim Nicolas Maduro di Venezuela.
“Kami menganggap Maduro sebagai presiden yang tidak sah dan kami tidak meneteskan air mata atas berakhirnya rezimnya,” kata Starmer dalam sebuah pernyataan.
Starmer, yang menegaskan kembali dukungannya terhadap hukum internasional, mengatakan Inggris akan “mencari transisi yang aman dan damai menuju pemerintahan yang sah yang mencerminkan kehendak rakyat Venezuela.”
Presiden AS Donald Trump menggambarkan Maduro sebagai sosok yang “sangat dijaga” di istana kepresidenan yang merupakan “benteng militer yang sangat kokoh di jantung Caracas.
” Maduro hampir berhasil masuk ke ruang aman di dalamnya, kata Trump kepada wartawan, meskipun dia tidak dapat menutupnya,” kata Presiden Trump.
Dalam sebuah wawancara di “Fox & Friends Weekend, Sabtu (3/1/2026), Presiden Trump mengatakan bahwa pasukan AS dipersenjatai dengan “alat las besar,” yang akan mereka gunakan untuk memotong dinding baja jika Maduro mengunci dirinya di ruangan itu. (nov)


