BRIEF.ID – Kapolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengirimkan belasan ribu personilnya untuk membantu para korban banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan total ada 12.379 personil gabungan dari seluruh Indonesia. Menurut Sigit, belasan ribu personil itu disiagakan di ketiga provinsi tersebut untuk memberikan bantuan penuh kepada masyarakat yang menjadi korban.
“Untuk kegiatan penanganan bencana, kami libatkan 12.397 personil,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Sigit menjelaskan tidak hanya belasan ribu personil yang dikerahkan, tetapi juga ada helikopter dan kapal yang disiagakan untuk mencari korban yang hilang di daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Dia mengemukakan kapal yang dikerahkan di Aceh dan Sumatra Barat masing-masing satu kapal, sementara untuk wilayah Sumatra Utara ada dua kapal Polri yang disiagakan.
“Kemudian untuk helikopter di Aceh, ada 3 helikopter yang disiagakan dan Sumatra Urara ada dua unit, lalu di Sumatra Barat ada satu unit,” katanya.
Ditambah lagi, ada juga unit K-9 sebanyak 15 ekor yang dikerahkan ke Aceh, kemudian 14 ekor K-9 ke Sumatra Utara dan 10 ekor K-9 di Sumatra Barat.
“Kami juga telah mengirimkan bantuan pangan sebesar 213 ton beras di posko bencana Sumatra,” ujarnya.
Berdasarkan data terbaru dari BNPB, sebanyak 961 warga yang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat, per 8 Desember 2025.
Dari 961 warga yang dinyatakan meninggal dunia tersebut, korban paling banyak dari Kabupaten Agam Sumatra Utara sebanyak 179 orang, kemudian Aceh Utara sebanyak 138 orang dan Tapanuli Tengah 110 orang.
Sementara itu, BNPB juga mengungkap ada 293 orang yang dinyatakan hilang sejak peristiwa bencana tersebut. Kemudian BNPB juga mencatat ada sebanyak 5.000 orang yang dinyatakan terluka di ketiga provinsi itu. (AYB)


