BRIEF.ID – Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat ini sedang menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Apalagi kalau berbicara tentang siapa figur paling layak untuk diusung sebagai calon presiden (capres), pada Pilpres 2024 mendatang, pasti masyarakat antusiasi menyebut nama Ganjar.
Berbagai lembaga survei juga menyatakan bahwa Ganjar yang paling layak dicalonkan pada Pilpres 2024 dibanding nama-nama lainnya. Kalau publik menghendaki Ganjar maju di Pilpres 2024, lalu siapa yang harus mendampinginya sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada pesta demokrasi lima tahunan itu?

Saat menghadiri Forum Y20 di Solo, Jawa Tengah, pada 28 Oktober 2022, Wali Kota Bogor yang merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya secara terbuka menantang Ganjar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk berpasangan memimpin Indonesia, pada periode 2024-2029 mendatang.
“Kang Emil ini keluarganya pesantren, dekat dengan pondok pesantren. Mas Ganjar aktivis nasional, beda tetapi saling melengkapi,” kata Bima Arya saat menjadi pembicara pada Forum Y20.
Bima mengatakan, Ganjar yang dikenal sebagai politisi PDI Perjuangan berlatar belakang etnis Jawa, sedangkan Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil berasal dari etnis Sunda.
“Beda tetapi saling melengkapi. Saya tidak mau berkomentar panjang, tetapi mari menitipkan dua hal yang sangat penting ini. Pertama, adalah enggak mungkin 2045 dicapai tanpa kekukuhan kepemimpinan,” katanya.
Kedua, lanjut dia, dengan pertanyaan kepada Ganjar dan Emil terkait kesiapan berpasangan pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024. “Siapkah Mas Ganjar berpasangan dengan Kang Emil? Untuk Kang Emil, siapkah berpasangan dengan Mas Ganjar? Untuk Mas Gibran, siap enggak mendukung mereka berdua,” katanya yang disambut tepukan para peserta Y20. Menanggapi tantangan Bima Arya, Ganjar hanya menjawab singkat seolah enggan menanggapinya.
“Enggak ada tanggapan,” katanya. Di sisi lain, Emil mengatakan bahwa urusan tersebut sudah ada takdirnya. “Siapa pun yang diberi takdir, kita dukung. Yang penting demi Indonesia bersatu, Indonesia yang maju,” katanya.