Pertama Dalam Sejarah, Indeks Nasdaq Ditutup di Atas 25.000  

BRIEF.ID – Saham di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan  Jumat (1/5/2026) ditandai dengan terciptanya rekor baru seiring meningkatnya indeks NASDAQ Composite.

Sentimen pada saat itu cenderung positif seiring naiknya harga saham Apple  setelah pengumuman pendapatan dan harga minyak turun serta adanya laporan bahwa Iran telah mengajukan proposal perdamaian baru.

Namun, situasinya tetap rapuh karena Presiden AS Donald Trump menyatakan  tidak puas terhadap proposal yang diajukan Teheran.

Meskipun demikian, Wall Street memulai sesi perdagangan pertama pada bulan Mei dengan catatan yang cukup kuat, yaitu mencapai rekor tertinggi baru dan memperpanjang kenaikan besar di bulan April, seperti dikutip dari Investing.com, Sabtu (2/5/2026).

Indeks acuan S&P 500 naik 0,3% untuk mencatat penutupan rekor di 7.230,17 poin. NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 0,9% untuk ditutup di 25.114,44 poin, melampaui level 25.000 untuk pertama kalinya. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham blue-chip turun 0,3% untuk ditutup di 49.499,02 poin. Pada pekan ini, S&P naik 0,9%, Nasdaq 1,1%, dan Dow 0,5%.

“Harga minyak yang sedikit menurun setelah kenaikan baru-baru ini meredakan beberapa kekhawatiran langsung bahwa tingkat harga yang terus tinggi akan berdampak lebih luas pada lanskap ekonomi,” kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott.

Sementara itu, pendapatan Apple yang kuat, dan beberapa nama besar perusahaan teknologi lainnya berhasil mendorong harga saham untuk berkontribusi pada kenaikan indeks S&P 500.

“Selain itu, data ekonomi yang solid pekan ini, mulai dari PDB hingga klaim pengangguran dan survei manufaktur ISM hari ini, mendukung perkiraan pendapatan optimis yang dibangun oleh komunitas analis untuk kuartal mendatang, yang diperkuat oleh pendapatan kuat yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan yang melaporkan hasil kuartal pertama sejauh ini,” tambah Luschini.

Terbaik Sejak Tahun 2020

Pada hari Kamis, S&P mencatatkan kenaikan bulanan terbaiknya sejak November 2020, naik 10,4% untuk bulan April. Nasdaq melonjak 15,3% untuk bulan terbaiknya sejak April 2020, dan Dow naik 7,1% untuk kinerja terbaiknya sejak November 2024.

Kinerja tersebut menggarisbawahi pemulihan luar biasa bagi Wall Street dari kerugian besar akibat perang pada bulan Maret. Kombinasi gencatan senjata yang diperpanjang antara AS, Iran, Israel, dan Lebanon, penegasan berkelanjutan dari Presiden Donald Trump bahwa perang akan segera berakhir, reli bersejarah pada saham chip, dan musim pendapatan yang sebagian besar positif membantu sentimen pasar.

“April merupakan bulan yang penuh peristiwa karena konflik Iran tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Harga minyak mengalami fluktuasi yang besar tetapi pada akhirnya tetap tinggi, dengan minyak mentah Brent sempat bergerak di atas US$ 120/bbl dalam perdagangan harian untuk pertama kalinya sejak 2022. Dan pada gilirannya, hal itu meningkatkan kekhawatiran tentang guncangan stagflasi, dengan imbal hasil obligasi pemerintah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun di banyak negara,” kata analis Deutsche Bank, Henry Allen dan Jim Reid.

“Yang paling berkinerja baik di bulan April adalah saham, yang menunjukkan kinerja yang sangat tangguh, meskipun ada kekhawatiran yang lebih luas tentang stagflasi dan bank sentral yang lebih agresif,” katanya.

“Salah satu yang berkinerja sangat baik adalah indeks Philly Semiconductor (+38,4%), yang mencatatkan kinerja bulanan terbaiknya sejak Februari 2000, bulan sebelum gelembung dot com mulai meledak,” tambah Allen dan Reid. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Film “The Devil Wears Prada 2,” Alur Ceritanya Dinilai Berlebihan

BRIEF.ID - Tren mode terkenal mudah berubah, tetapi aktris...

Kenaikan Harga Saham Estee Lauder Lampaui Ekspektasi  

BRIEF.ID – Produsen produk kecantikan, Estée Lauder Companies Inc...

Prabowo Teken Perpres Kesejahteraan Nelayan  

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto  menandatangani Peraturan Presiden (Perpres)...

Turunkan Potongan Komisi Jadi 8%, Danantara Beli Saham Aplikator Ojol

BRIEF.ID – Badan Pengelola Investasi (BPI)  Danantara membeli saham...