Perempuan Sering Pipis, Belum Tentu Alami Gangguan Ginjal

BRIEF.ID – Dokter spesialis urologi dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta,  dokter Rizky Lukman Hakim mengatakan, perempuan sering buang air kecil, tidak selalu berarti mengalami gangguan ginjal.

Rizky menjelaskan, anatomi saluran kemih perempuan berbeda dengan laki-laki, dan perbedaan di antara keduanya hanya tiga sampai lima centimeter. Oleh karena itu,  wajar apabila perempuan lebih sering buang air kecil.

“Jadi, setiap tiga sampai empat jam sekali kita kencing itu masih normal. Salah satu memang yang menandakan fungsi ginjal kita bagus ya kita minum banyak kita kencingnya lancar,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (31/5/2025).

Dia menjelaskan, selain frekuensi buang air kecil yang disebutkan, warna air seni yang jernih atau sedikit kuning juga menunjukkan bahwa kondisi ginjal seseorang sehat. Justru yang perlu diwaspadai adalah ketika air seninya berwarna pekat.

Dokter Rizky menjelaskan, sebagai respons dari pertanyaan mengenai perempuan yang sering menahan keinginan buang air kecil yang kerap muncul setelah minum banyak, kurang lebih dua liter.

Disebutkan, justru kalau sering menahan keinginan buang air kecil, hal itu dapat menyebabkan gangguan pada saluran kemih.

Dia juga menjelaskan tentang kondisi ‘overactive bladder’ atau kandung kemih overaktif, yang kerap dialami perempuan muda yang aktif secara seksual, atau punya kadar stres yang tinggi. Perempuan yang volume air seninya lebih banyak dibandingkan volume cairan yang dikonsumsi sebelumnya belum tentu mengalami gangguan ginjal, dan bisa jadi mereka memiliki kondisi kandung kemih overaktif.

Menurutnya, perlu pengecekan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya. Dokter itu menyebut bahwa ginjal adalah organ yang penting, karena meski ukuran ginjal orang dewasa kurang lebih sebesar kepalan tangan manusia, tetapi kerjanya sangat berat, antara lain menyaring kurang lebih 200 liter darah tiap harinya, membuang berbagai kelebihan limbah seperti garam, mineral, dan urea, menjaga keseimbangan air dalam tubuh, dan mengatur tekanan darah.

“Jadi jagalah kesehatan ginjal kita dengan konsumsi air yang cukup, air putih dengan kualitas dan kualitas yang cukup, kemudian makan makanan yang sehat, dan kemudian aktivitas tubuh yang cukup. Jangan sampai dengan kita mengesampingkan aktivitas tubuh justru kita mendapatkan komplikasi yang bermacam-macam,” katanya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Balik Arah ke Zona Merah Imbas Aksi Profit Taking

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Terus Melemah, Investor Beralih ke Aset Berdenominasi Dolar AS

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah terus melemah terhadap...

Harga Emas Antam Hari Ini Jatuh di Bawah Level Rp2,6 Juta, Terendah Sejak 9 Januari 2026

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Jokowi Akhirnya Angkat Bicara Soal Gugatan Bukti Kelulusan SMA Gibran di MK

BRIEF.ID - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya angkat...