Perbaiki Indeks Keberadaban Digital,  Indonesia Butuh Transformasi Struktural

BRIEF.ID – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Andi Widjajanto mengatakan,  transformasi struktural dibutuhkan untuk memperbaiki indeks keberadaban digital (Digital Civility Index/DCI) Indonesia yang  rendah.

Rendahnya nilai indeks keberadaban digital  di Indonesia menunjukkan ada persoalan yang sifatnya struktural.

“Harus ada juga transformasi struktural di Indonesia mulai dari mengatasi ketidakmerataan sebaran teknologi digital, literasi digital, sampai penguatan peran pemerintah dan masyarakat sipil untuk meningkatkan indeks keberadaban digital di Indonesia,” kata Andi Widjajanto seperti diberitakan Antara, Senin (8/5/2023).

Ia mengatakan, Microsoft, sebuah perusahaan teknologi multinasional yang berpusat di Washington, Amerika Serikat, sejak tahun 2016 telah meneliti tingkat keberadaban digital di beberapa negara, yang hasilnya terangkum dalam Indeks Keberadaban Digital.

Indonesia, lanjutnya, termasuk  salah satu negara yang menjadi objek riset Microsoft bersama negara lain seperti Argentina, Belgia, Brasil, Kanada, Cile, Kolombia, Prancis, Jerman, Hungaria, India, Irlandia, Italia, Malaysia, Meksiko, dan Belanda.

Microsoft pada tahun kelima riset DCI menambah tujuh negara dan wilayah yang menjadi objek penelitian DCI, yaitu Australia, Denmark, Filipina, Spanyol, Swedia, Taiwan, dan Thailand.

Hasil riset DCI Microsoft pada 2020 yang dirilis Februari 2021 menunjukkan, Indonesia menempati peringkat 29 dengan skor DCI 79.

Sementara itu, negara-negara di Asia Tenggara memiliki peringkat lebih baik dibandingkan Indonesia. Misalnya, Singapura berada di peringkat 4, Malaysia (10), Filipina (13), Thailand (19), dan Vietnam (24).

Beberapa indikator yang masuk dalam pengukuran DCI, di antaranya perundungan di dunia maya, pelecehan dan kekerasan seksual online, komentar diskriminatif, penyebaran ujaran kebencian, kabar bohong, dan aksi penipuan di dunia maya.

Lemhannas, kata Andi,  menilai transformasi struktural untuk memperbaiki indeks keberadaban digital di Indonesia merupakan program jangka panjang.

“Ini pasti bukan program jangka pendek, karena terkait dengan mematangkan demokrasi kita,” kata Andi.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Ingin Biaya Haji 2027 Lebih Murah dan Antrean Turun Jadi 14 Tahun

BRIED.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Haji dan...

Penyelenggaraan Ibadah Haji, Pemerintah Temukan 400 Ribu Data Jemaah Tak Valid

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan audit forensik...

Pelatihan PMI Batch 2 2026, Lulusan SMK hingga S2 Bisa Daftar Tanpa Kartu Kuning

BRIEF.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka...

Skenario Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 Jelang Lawan Malaysia

BRIEF.ID – Tim Nasional Indonesia menjaga peluang melaju ke...