BRIEF.ID – Pengggulingan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ternyata membuat nilai aset Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melonjak sebesar US$140 juta atau sektar Rp2,349 triliun.
Seperti dilansir Forbes pada Rabu (7/1/2028), invasi militer AS ke Venezuela tidak hanya meningkatkan posisi Donald Trump di kalangan anti-komunis Florida Selatan, ketegangannya dengan negara-negara Amerika Latin lainnya, atau ancaman terhadap Greenland dan Kolombia, tetapi juga meningkatkan kekayaan pribadinya.
Forbes menilai bukan minyak yang meningkatkan kekayaan Trump terkait penggulingan Nicolas Maduro, melainkan aset kriptonya yang terus melonjak sejak akhir pekan lalu.
Diperkirakan nilai kepemilikan kripto Trump meningkat sebesar US$140 juta secara keseluruhan. Peningkatan terbesar berasal dari sahamnya di Trump Media and Technology (TMT) Group.
Pada perdagangan Senin (5/1/2026), terjadi peningkatan sekitar 115 juta saham Trump di TMT Group senilai US$63. Terhitung hingga Selasa (6/1/2026), saham Trump sudah meningkat sebesar 4%.
TMT Group merupakan gabungan dari beberapa bisnis, seperti platform media sosial Truth Social, yang baru-baru ini mengumumkan merger dengan perusahaan energi fusi. Selain itu, TMT Group juga sedang mengejar strategi perbendaharaan bitcoin dan usaha kripto lainnya.
Seperti diketahui, emas dan Bitcoin menjadi aset yang sedang naik daun sejak kabar penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, pada Sabtu (3/1/2026).
Secara historis, peningkatan aset TMT Group juga diperkirakan berasal dari para investor yang antusias memborong saham perusahaannya. Sebelumnya ketika Trump memerintahkan pemboman fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, saham TMT Group juga melonjak sekitar 4%, meskipun tidak bertahan lama.
Kenaikan lainnya pada aset kripto Trump, yaitu Token World Liberty Financial, yang melonjak 20% dalam semalam pada tanggal 3 Januari—dari sekitar 15 sen menjadi 18 sen per token seiring dengan tersebarnya berita tentang pasukan militer khusus AS yang menangkap Maduro dan istrinya, kemudian dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan keterlibatan di kartel narkoba dan senjata ilegal.
DT Marks Defi LLC, perusahaan keluarga Trump, memiliki sekitar 22,5 miliar token, dan Trump memiliki 70%, menurut pengungkapan kekayaan terbaru presiden. Dengan asumsi tersebut, nilai token milik Trump diperkirakan naik sekitar US$34 juta. (jea)


