BRIEF.ID – PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) membukukan penurunan pendapatan sebesar 24,6% year-on-year (YoY) menjadi Rp 136,49 miliar pada 9 bulan pertama 2025 atau 9M25.
Penurunan ini disebabkan oleh merosotnya pendapatan dari seluruh segmen usaha ASLI. Pendapatan jasa konstruksi sebagai kontributor terbesar terhadap pendapatan turun 15,4% YoY menjadi Rp 130.56 miliar dan pendapatan sewa turun signifikan sebesar 77,7% YoY menjadi Rp 5.92 miliar di 9M25.
“Perseroan mengungkapkan bahwa penurunan pendapatan ini disebabkan oleh perbedaan portofolio dan tahapan proyek yang dikerjakan dibandingkan periode sebelumnya serta pergeseran waktu pengakuan pendapatan,” demikian dikutip dari riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Rabu (21/1/2026).
Secara rinci, penurunan pendapatan pada jasa konstruksi terjadi karena pada periode 2024, perseroan berada pada fase penyelesaian beberapa proyek besar yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan.
Pada periode 2025 sebagian proyek tersebut telah selesai dan proyek-proyek baru masih berada pada tahap awal pelaksanaan sehingga pendapatan yang dapat diakui menjadi lebih terbatas. Sementara itu, penurunan pendapatan sewa disebabkan oleh berakhirnya atau berkurangnya kontrak sewa tertentu.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada 20 Januari 2025, PT Wahana Konstruksi Mandiri telah menyelesaikan transaksi pembelian saham ASLI yang dimiliki Sudjatmiko sebanyak 4.345 miliar lembar saham atau setara dengan 69,52% modal ditempatkan dan disetor penuh pada ASLI sehingga terjadi perubahan pengendalian secara langsung pada Perseroan.
Transaksi ini terjadi pada tanggal 19 Januari 2026 melalui pasar negosiasi. Sebagai informasi, PT Wahana Konstruksi Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi sehingga akuisisi ini akan menjadikan kolaborasi positif antara pengalaman dari Perseroan dengan PT Wahana Konstruksi Mandiri di industry konstruksi.
Saat ini, ASLI diperdagangkan pada PBV 9.22x lebih tinggi dibanding PBV sektor infrastructure di 4.84x, mencerminkan valuasi yang premium ditengah perubahan struktur pemegang saham pengendali Perseroan. (nov)


