BRIEF.ID – Pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, yang meninggal dunia di Singapura pada hari ini, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 13:15, akan dimakamkan pekan depan.
Jenazah orang Terkaya Indonesia Peringkat ke-4 itu, akan dimakamkan di komplek pemakaman keluarga di Godo, Rembang, Jawa Tengah, pada 25 Maret 2026.
Sebelum dimakamkan, jenazah taipan yang memiliki nama Tiongkok, Oei Hwie Siang ini, akan disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Jakarta pada 20 Maret 2026-22 Maret 2026.
Selanjutnya, jenazah Michael Hartono diberangkatkan ke Kudus, Jawa Tengah, dan disemayamkan di GOR Jati Kudus pada 22 Maret 2026-25 Maret 2026, hingga dimakamkan di komplek pemakaman keluarga, di Rembang.
Saat ini, keluarga sedang mempersiapkan proses pemulangan jenazah Michael Hartono dari Singapura, dan diperkirakan akan tiba di Jakarta pada Jumat (20/3/2026).
Michael Bambang Hartono meninggal di usia 86 tahun, meninggalkan 4 orang anak, yakn Roberto Setiabudi Hartono, Vanessa Ratnasari Hartono, Stefanus Wijaya Hartono, dan Tessa Natalia Hartono.
Pria kelahiran Kudus pada 2 Oktober 1939 ini, membangun perusahaan rokok Djarim bersama adiknya, Robert Budi Hartono. Menurut data Forbes, Michael Hartono memiliki kekayaan US$17,5 miliar setara dengan Rp 297,5 triliun dan menempati peringkat ke-158 orang terkaya di dunia.
Kekayaan Michael Hartono sebagian besar berasal dari investasi di PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Keluarga Hartono membeli saham di BCA setelah keluarga kaya lainnya, keluarga Salim, kehilangan kendali atas bank tersebut selama krisis ekonomi Asia 1997-1998.
Michael Hartono bersama dengan Robert Budi Hartono, memiliki saham di BCA melalui melalui perusahaan holding bernama Farindo Holding Ltd, yang tercatat menguasai 51% saham BCA.
Cinta Olahraga

Selain aktif pada kegiatan sosial, Michael Hartono juga dikenal cinta olahraga. Dia berperan besar mengembangkan olahraga bulutangkis melalui klub PB Djarum, yang banyak melahirkan atlet besar, seperti Lim Swie King hingga Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Dia juga menyukai olahraga bridge, dan aktif mengikuti berbagai kejuaran, bahkan sempat menjadi atlet mewakili Indonesia di level internasional, yakni Kejuaraan Dunia Bridge untuk Piala Senior Bowl.
Tak hanya itu, Michael Hartono dan kawan-kawan juga merebut medali perunggu di Kejuaraan Bridge International 39th World Team Champhionships 2009, di Sao Paulo, Brasil.
Kini, Michael Hartono telah tutup usia, namun warisannya untuk mengembangkan olahraga buluitangkis dan bridge akan tetap dikenang dan abadi. (jea)


