Pemerintah Siaga Hadapi Kemarau, Pasokan Air dan Irigasi Dikawal

BRIEF.ID — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pengawalan pasokan air bersih dan irigasi terus dilakukan hingga musim hujan tiba. Pemerintah menyebut langkah tersebut diperlukan karena musim kemarau juga diprakirakan masih berlangsung hingga November 2026.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian PU Arnold A. P. Ritiauw mengatakan pemerintah akan tetap berada di lapangan untuk menangani wilayah yang masih mengalami persoalan ketersediaan air.

Menurut Arnold, penanganan dilakukan dengan menyelesaikan titik-titik yang masih membutuhkan dukungan air. Dia menyebut bahwa Pemerintah juga akan mengejar penyelesaian penanganan tersebut secara bertahap.

“Kemarau diprakirakan masih berlangsung hingga November. Negara tetap berada di lapangan sampai hujan kembali. Lokasi-lokasi yang tersisa akan kita kejar penyelesaiannya satu per satu,” tutur Arnold dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (5/10).

Selain distribusi dan penanganan darurat, Kementerian PU menyatakan penguatan infrastruktur sumber daya air tetap berjalan. Infrastruktur itu juga mencakup bendungan, embung, serta jaringan irigasi.

Arnold mengatakan bahwa pemeliharaan infrastruktur menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi potensi krisis air pada musim kemarau berikutnya.

“Pada saat yang sama, bendungan, embung, dan jaringan irigasi terus dirawat dan diperkuat agar kemarau berikutnya tidak lagi menjadi krisis,” katanya.

Namun, pemerintah belum merinci dalam keterangan tersebut jumlah wilayah yang masih mengalami krisis air, volume bantuan air yang telah disalurkan, maupun target penyelesaian untuk masing-masing daerah terdampak.

Kementerian PU menyatakan pemerintah daerah dan masyarakat yang membutuhkan dukungan air dapat mengajukan permintaan melalui Balai PU di wilayah masing-masing.

Mekanisme tersebut menjadi salah satu jalur pemerintah untuk merespons kebutuhan air di daerah selama masa kemarau masih berlangsung.

Dalam penanganan krisis air, pemerintah juga mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan instansi. TNI dan Polri disebut turut membantu penyediaan air bersih di sejumlah daerah terdampak.

Selain distribusi air, pembangunan sumur bor juga dilakukan untuk menambah sumber air di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.

Arnold menilai keterlibatan masyarakat dan berbagai instansi diperlukan karena kebutuhan air bersih dan irigasi menyangkut kebutuhan dasar warga.

“Air adalah kebutuhan paling dasar manusia. Negara memastikan setiap rumah mendapatkan air minum dan setiap sawah mendapatkan air irigasi. Kemarau tidak boleh menang atas keduanya,” tegas Arnold. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Polda Metro Jaya Kerahkan 10.121 Personel Amankan Final Indonesia vs Thailand di SUGBK

BRIEF.ID - Polda Metro Jaya menyiapkan 10.121 personel gabungan...

Prabowo Minta TNI Siap Hadapi Ancaman Terburuk di Tengah Situasi Damai

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta Tentara Nasional Indonesia...

Prabowo Janji Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit TNI, Ingatkan Tak Boleh Jauh dari Rakyat

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan...

Presiden Prabowo: TNI Harus Perkuat Kesiapan Hadapi ancaman

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional...