BRIEF.ID – Rupiah offshore melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (18/3/2026), saat pasar keuangan Indonesia libur untuk Hari Raya Nyepi dan Lebaran.
Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) atau rupiah offshore dibuka stagnan di level Rp16.974 per dolar AS, namun kemudian bergerak melemah hingga menyentuh level Rp16.999 per dolar AS.
Meskipun pasar spot libur mulai hari ini, rupiah tetap diperdagangkan dalam bentuk kontrak nilai tanpa perpindahan dana secara fisik, hanya selisih kurs yang diselesaikan.
Transaksi di pasar NDF mencerminkan persepsi investor global terhadap risiko Indonesia, mulai dari arah kebijakan, stabilitas fiskal, sampai dinamika geopolitik, terutama ketika pasar domestik tidak aktif.
Lonjakan harga energi dan indeks dolar AS yang masih berada di level tinggi, menunjukkan tekanan eksternal belum sepenuhnya reda. Dalam kondisi seperti ini, ruang gerak rupiah menjadi terbatas.
Harga minyak mentah Brent masih menguat 0,23% dan berada di level tinggi US$102 per barel, namun indeks dolar AS sedikit melemah tapi tetap bertahan di level 99,54 pada perdagangan hari ini.
Pergerakan harga minyak dunia yang masih tinggi, membuat investor mencermati kondisi fiskal Indonesia. Pasalnya, kenaikan harga minyak dunia akan membuat subsidi bahan bakar minyak (BBM) di AOBN meningkat.
Hal ini, menjadi perhatian Bank Indonesia, yang menegaskan akan terus menjaga stabilitas rupiah, termasuk di pasar NDF, saat momen libur Nyepi dan Lebaran tahun 2026.
BI juga berkomitmen memantau pergerakan rupiah dan melakukan intervensi bekerjasama dengan BI di New York selama Libur Nyepi dan Lebaran.
Hal itu, dilakukan BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, baik di pasar NDF di luar negeri, maupun melalui transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar dalam negeri.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS beragam pada perdagangan hari ini. Ringgit Malaysia, Baht Thailand, Won Korea Selatan, Yen Jepang, Yuan offshore China, dan Yuan Tiongkok dibuka menguat. Sedangkan Dolar Singapura dan Hong Kong terpantau melemah tipis. (jea)


