BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia meningkat cukup signifikan.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), BI menyatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatat surplus US$ 2,66 miliar atau meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar US$ 2,39 miliar.
“Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso melalui keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).
Ia mengatakan, ke depan Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Surplus neraca perdagangan yang lebih tinggi, terutama bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat. Neraca perdagangan nonmigas pada November 2025 mencatat surplus sebesar US$ 4,64 miliar, seiring tetap kuatnya ekspor nonmigas mencapai US$ 21,64 miliar.
Kinerja positif ekspor nonmigas tersebut terutama didukung oleh ekspor berbasis sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral.
Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia. Defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi US$ 1,98 miliar pada November 2025 sejalan dengan peningkatan impor migas di tengah penurunan ekspor migas. (nov)


