Negosiasi AS-Iran Akhiri Perang Tidak Masuk Akal

BRIEF.ID – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Rabu (7/4/2026) mengatakan, gencatan senjata dan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang adalah “tidak masuk akal.”

Ia menuduh AS melanggar tiga dari 10 syarat Teheran untuk mengakhiri pertempuran. Tudingan ini muncul ketika gencatan senjata yang belum genap sehari tampaknya berisiko gagal karena perbedaan pendapat yang signifikan antara kedua pihak.

AS dan Iran, pada Rabu (7/4/2026) sama-sama mengklaim kemenangan  setelah kedua negara dan Israel menyetujui gencatan senjata selama dua pekan untuk menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari sebulan.

Bahkan ketika lebih banyak drone dan rudal menghantam Republik Islam dan negara-negara Arab Teluk.

Di sisi lain, Israel telah memajukan perangnya melawan kelompok militan Hizbullah di Lebanon, menyerang daerah komersial dan perumahan padat di Beirut tanpa peringatan.

Pemerintah Lebanon mengatakan setidaknya 182 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, menjadikannya hari paling mematikan dalam perang Israel-Hizbullah terbaru.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan,  kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup pertempuran melawan Hizbullah, bertentangan dengan apa yang dikatakan Pakistan, sebagai perantara kesepakatan, dan negara-negara lain.

Iran telah menutup Selat Hormuz sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap Lebanon, dan AS menuntut agar Iran segera membukanya kembali.

Semua pihak telah menyampaikan versi persyaratan yang sangat berbeda. Dalam satu contoh, Iran mengatakan kesepakatan itu akan memungkinkan mereka untuk meresmikan praktik baru mereka dalam mengenakan biaya kepada kapal yang melewati Selat Hormuz, yang menurut Gedung Putih ditentang oleh Presiden AS Donald Trump.

Pakistan menyatakan pembicaraan untuk mencari pengakhiran permanen perang dapat dimulai di Islamabad paling cepat pada hari Jumat. Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin tim negosiasi AS. (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Maret 2026, Uang Primer Adjusted Tumbuh 16,8%

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Uang Primer...

Penguatan IHSG Diperkirakan Berlanjut

BRIEF.ID – Tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)...

Kesepakatan Gencatan Senjata, Harga Minyak Anjlok dan Wall Street Bergeliat

BRIEF.ID - Harga minyak anjlok hingga menyentuh angka di...

Israel Serang Kota Beirut, Tewaskan 182 Orang

BRIEF.ID – Serangan Israel menghantam area komersial dan perumahan...