BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa dari sisi supply ekonomi nasional saat ini berada dalam keadaan amat baik.
Kepastian itu disampaikan Menkeu saat menyampaikan pemaparan tentang kondisi terkini ekonomi di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah, yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
“Ekonomi kita memang sedang tumbuh,” kata Menkeu pada sidang paripurna Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/3/2026).
Di hadapan seluruh jajaran menteri, Menkeu secara terbuka menjelaskan kepada Presiden Prabowo bahwa purchasing manager index (PMI) pada bulan Februari berada di level 53,8, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Jadi betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur. Artinya, sisi supply tumbuh kuat. Ini bukan data dari BPS, tetapi dari pihak lain yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh,” jelas Menkeu.
Disebutkan, data inflasi pada bulan Februari 2026 cukup tinggi yaitu 4,64%.
“Ini penting, sebab policy maker akan berpikir bahwa ekonominya kepanasan sehingga cenderung mengerem. Tapi ini data yang tidak akurat kalau kita pakai itu saja,” kata dia.
Menurut Menkeu apabila dihilangkan data-data subsidi listrik di bulan Januari dan Februari 2025, inflasi secara nasional 2,59%.
“Jadi, kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi. Ekonominya tidak kepanasan. Jadi, yang lain-lain tidak usah memperlambat pertumbuhan ekonomi,” kata Menkeu. (nov)


