BRIEF.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik empat rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Hadir sebagai saksi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Suyitno.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), keempat rektor yang dilantik terdiri atas:
1. Prof Dr Zaenal Mustakim, M.Ag sebagai Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan (2025 – 2029)
2. Prof Dr Danial, M.Ag sebagai Rektor IAIN Lhokseumawe (2025 – 2029)
3. Prof Dr Ida Umami, M.Pd Kons sebagai Rektor IAIN Metro Lampung (2025 – 2029)
4. Prof Dr Evi Muafiah, M.Ag sebagai Rektor IAIN Ponorogo (2025 – 2029)
“Hari ini, hari yang bersejarah buat kita semuanya. Karena kita pada bulan Suci Ramadan ini, kita melantik empat pimpinan di lingkungan UIN Kementerian Agama Republik Indonesia. Di sini ada dua laki-laki, dua perempuan, jadi ini berkesetaraan,” ujar Menag.
Menag menegaskan, para rektor yang dilantik telah melalui proses seleksi ketat dan dipilih berdasarkan rekomendasi tim penilai.
“Kami sangat percaya bahwa kalian setelah dilakukan berbagai macam seleksi yang berlapis dan juga atas rekomendasi dari tim penilai dan berbagai macam perkembangan, maka akhirnya saudara-saudarilah yang dipilih untuk menjadi pimpinan di perguruan tingginya masing-masing,” jelasnya.
Ia juga secara khusus menekankan pentingnya menjaga efektivitas dan efisiensi dalam birokrasi PTKIN.
“Misi kita sekarang oleh Pak Prabowo adalah pembersihan, terutama pembersihan di lingkungan Kementerian Agama. Kita tidak ingin di lingkungan perguruan tinggi ada sesuatu yang tidak efisien, tidak efektif,” tegasnya.
Selain itu, Menag mengingatkan bahwa rektor PTKIN tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai figur yang membawa nilai-nilai dakwah bagi masyarakat.
“Saudara-saudara kepemimpinan tidak hanya diminta untuk menjadi manusia akademik yang sejati, tapi juga ada beban tambahan, harus berfungsi sebagai da’i atau mubaligh atau menjalankan fungsi dakwah untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat non-akademik sekalipun,” kata dia. (nov)