Laporan Ketenagakerjaan Dirilis, Saham di Bursa New York  Berfluktuatif

BRIEF.ID – Harga saham di bursa New York, Amerika Serikat (AS) berfluktuatif pada penutupan perdagangan,  Rabu (11/2/2026) menyusul laporan  mengejutkan   yang menyatakan bahwa tingkat pengangguran di  AS membaik, pada Januari 2026.

Awalnya naik menuju rekor tertinggi sepanjang masa, S&P 500 berfluktuasi antara kenaikan dan penurunan sebelum akhirnya ditutup dengan penurunan kecil kurang dari 0,1%. Dow Jones Industrial Average turun 66 poin  atau 0,1%, dan Nasdaq composite turun 0,2%. Keduanya juga menghapus kenaikan awal.

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tetap lebih tinggi di pasar obligasi setelah Departemen Tenaga Kerja menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS menambahkan 130.000 pekerjaan ke dalam daftar gaji  bulan lalu, lebih banyak dari yang diperkirakan para ekonom.

Hal itu membantu meredakan kekhawatiran pada sebelumnya, ketika sebuah laporan yang mengecewakan menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga AS, yang menjadi mesin utama perekonomian, mungkin mengalami stagnasi.

Di satu sisi, data pekerjaan yang kuat meningkatkan harapan bahwa ekonomi AS  tetap solid dan terus mendorong keuntungan besar bagi perusahaan. Saham  industri energi dan bahan baku melonjak ke beberapa kenaikan terbesar di S&P 500, misalnya, dan keuntungan mereka cenderung terkait erat dengan kesehatan ekonomi.

Saham Exxon Mobil naik 2,6%. Smurfit Westrock melonjak 9,9% meskipun perusahaan pengemasan itu melaporkan laba yang lebih lemah untuk kuartal terbaru daripada yang diperkirakan analis. Perusahaan tersebut memberikan target keuangan untuk lima tahun ke depan yang menurut beberapa analis cukup menggembirakan.

Di sisi lain, data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan juga dapat membuat Federal Reserve (The Fed) menahan diri dalam hal pemotongan suku bunga. Dan suku bunga yang lebih tinggi dapat menyeret harga saham dan semua jenis investasi lainnya.

Setelah laporan ketenagakerjaan  menunjukkan penurunan angka pengangguran di AS, para pedagang menunda taruhan tentang kapan The Fed dapat mulai memotong suku bunga lagi, menurut data dari CME Group. Taruhan terus merosot hingga musim panas, setelah ketua The Fed yang baru akan mengambil alih kepemimpinan. (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Presiden Prabowo Gelar Ratas Kabinet Bahas Situasi Ekonomi dan Energi

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas secara...

Aksi Demo “No Kings” Menentang Perang di Iran dan Kebijakan Presiden Trump

BRIEF.ID - Ribuan orang berdemo menentang perang di Iran...

Iran Serang Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi

BRIEF.ID – Jumlah anggota militer Amerika Serikat (AS) yang...

Pameran Karya Rumah Mode Schiaparelli di Museum Victoria & Albert

BRIEF.ID – Museum Victoria & Albert di London, Inggris...