Laba Goldman Sachs dan Morgan Stanley Melonjak Dua Digit  

BRIEF.ID – Pasar saham yang terus melonjak dan banyaknya transaksi bisnis,  meningkatkan keuntungan dua bank investasi besar, yaitu Goldman Sachs dan Morgan Stanley di  bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS). Kedua bank itu mencatatkan lonjakan laba dua digit pada Kuartal IV-2025.

Laba bersih Goldman Sachs naik 12% dari tahun sebelumnya, membukukan laba sebesar US$ 4,62 miliar atau US$ 14,01 per lembar saham. Sementara itu, Morgan Stanley menyatakan labanya mencapai US$ 4,4 miliar  atau US$ 2,68 per lembar saham, dibandingkan  laba US$ 3,71 miliar atau US$ 2,22 per lembar saham, pada tahun sebelumnya.

Dikutip dari Associated Press, Jumat (16/1/2026), Wall Street telah didukung oleh kebijakan deregulasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang telah mendorong perusahaan untuk melakukan merger dan akuisisi, serta lonjakan minat investor pada perusahaan kecerdasan buatan dan mereka yang akan mendapat manfaat dari adopsi massal teknologi seperti ChatGPT.

Pendapatan biaya investasi Kuartal IV-2025 di Goldman naik 25% dari tahun ke tahun dan Morgan Stanley mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 47% pada divisi perbankan investasinya. Kedua bank itu mengatakan, tumpukan biaya investasi mereka, yang merupakan sinyal seberapa banyak kesepakatan yang masih tertunda yang sedang dikerjakan bank, meningkat secara signifikan pada kuartal keempat.

Capaian  Goldman dan Morgan mencerminkan pendapatan yang kuat dari bank-bank besar lainnya yang melaporkan hasilnya, pada pekan ini.

JPMorgan Chase, Bank of America, dan Citigroup juga mengalami lonjakan laba pada Kuartal keempat – 2025, tetapi hasil mereka itu diredam oleh ketegangan yang sedang berlangsung antara Wall Street dan Gedung Putih mengenai masalah independensi Federal Reserve (The Fed) dan minat Presiden  Trump  membatasi suku bunga kartu kredit pada 10%.

Bersamaan dengan kinerja perbankan investasi yang kuat, Goldman Sachs juga setuju  menjual portofolio kartu kredit Apple Card kepada JPMorgan Chase pada pekan lalu, di mana secara efektif mengakhiri eksperimen singkatnya di perbankan konsumen. Bank itu juga telah menjual portofolio kartu kredit dengan harga diskon kepada JPMorgan, sebuah tanda betapa putus asa Goldman ingin keluar dari bisnis tersebut dan melupakan Apple Card. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Target Investasi Rp 2.175 Triliun, Rosan Ungkap Sejumlah Sektor Menguntungkan

BRIEF.ID - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa...

Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi dan Industrialisasi Nasional

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, riset kampus harus...

Presiden Soroti Akses Beasiswa, Penguatan Sains dan Teknologi, serta Kebutuhan Nakes

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis...

“ARIRANG” Bakal Menandai Comeback BTS, Pada 20 Maret 2026

BRIEF.ID – Setelah hampir empat tahun vakum dari blantika...