KPK Periksa GM Product Telkomsel Nopi Afandi

BRIEF.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) memeriksa Nopi Afandi (NA), General Manager Product PT Telkomsel, sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI (Persero), pada tahun 2020–2024.

“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama NA selaku GM Telkomsel,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan catatan KPK, saksi NA telah tiba pada pukul 08.36 WIB. Sebelumnya, pada 26 Juni 2025, KPK mengumumkan memulai penyidikan terkait kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin EDC.

Dikutip dari Antara, disebutkan bahwa pada 30 Juni 2025, KPK mengumumkan nilai proyek pengadaan mesin EDC tersebut sebesar Rp2,1 triliun dan mencegah 13 orang untuk bepergian ke luar negeri. Mereka yang dicekal itu berinisial CBH, IU, DS, MI, AJ, IS, AWS, IP, KS, EL, NI, RSK, dan SRD.

Untuk sementara, KPK mengatakan kerugian keuangan negara terkait kasus tersebut mencapai Rp700 miliar atau 30 persen dari total nilai proyek pengadaan yang Rp2,1 triliun. KPK menyampaikan pernyataan tersebut pada 1 Juli 2025.

KPK pada 9 Juli 2025, menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus tersebut, yakni mantan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto (CBH) dan mantan Direktur Digital, dan Teknologi Informasi BRI sekaligus mantan Dirut Allo Bank Indra Utoyo (IU).

Selain itu, Dedi Sunardi (DS) selaku SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI, Elvizar (EL) selaku Dirut PT Pasifik Cipta Solusi (PCS), serta Rudy Suprayudi Kartadidjaja (RSK) selaku Dirut PT Bringin Inti Teknologi. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pledoi Yoki Firnandi Tepis Tuduhan Korupsi dan Mengaku Jadi Objek Kriminalisasi

BRIEF.ID - Terdakwa kasus korupsi tata kelola minyak mentah...

Rosan: Nilai Investasi Perpanjangan IUPK Freeport Bernilai US$ 20 Miliar

BRIEF.ID – Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Freeport-McMoRan (FCX),...

BI: Neraca Pembayaran Triwulan IV – 2025 Surplus US$ 6,1 Miliar

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kinerja Neraca...

Rupiah Perlahan Menguat Setelah Dibuka Melemah di Level Rp16.900 per Dolar AS

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah perlahan menguat setelah...