Korupsi Tata Kelola BBM, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri Minta Maaf

BRIEF.ID –  Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat atas kasus dugaan korupsi impor bahan bakar minyak (BBM) yang menyeret sejumlah pejabat Pertamina.

Simon mengatakan, peristiwa  ini merupakan  ujian besar bagi Pertamina sehingga perusahaan yang dipimpinnya akan terus berupaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat Indonesia.

“Saya, Simon Aloysius Mantiri, sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini,” kata Simon dalam jumpa pers di Jakarta, dipantau dari  kanal YouTube Pertamina, Senin (3/3/2025).

Ia mengatakan sebagai pemimpin perusahaan akan berdiri di garis terdepan untuk memastikan agar Pertamina tetap menjadi kepercayaan dan kebanggaan rakyat Indonesia.

“Sekali lagi, mewakili keluarga besar Pertamina, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia. Kami akan membenahi diri, kami akan memperbaiki diri,” ujar dia.

Dikatakan, di dalam tubuh Pertamina masih banyak insan-insan yang Merah Putih, masih banyak insan-insan yang begitu besar cintanya kepada bangsa dan negara Indonesia.

“Untuk itulah, kami akan bersatu dengan dorongan doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia. Mari kita  sama-sama  memperbaiki tata kelola Pertamina menjadi lebih baik. Mari kita sama-sama  berjuang untuk memberikan manfaat, yang pada ujungnya yang menerima adalah rakyat Indonesia.  Dan, mari sama-sama kita menjadikan Pertamina Kembali sebagai aset kebanggaan bangsa yang membanggakan, yang tentunya didukung dan mendapat kepercayaan masyarakat Indonesia,” kata dia.

Nomor Telepon Pribadi

Pada kesempatan itu, Simon juga membagikan nomor telepon selular pribadinya yang khusus  menerima laporan masyarakat terkait kejanggalan kualitas bahan bakar minyak (BBM), maupun praktik  melenceng yang terjadi di lapangan.

“Selain kami punya call center di 135, saya juga memberikan nomor khusus saya, yaitu nomor 081417081945,” kata  Simon.  

Simon menjelaskan bahwa nomor tersebut untuk saat ini baru bisa menerima SMS. Namun,  ia akan segera mendaftarkan nomor tersebut agar bisa menggunakan aplikasi WhatsApp (WA).

Masyarakat dapat melaporkan kejanggalan di lapangan, baik terkait kualitas BBM maupun praktik petugas Pertamina di lapangan, ke nomor tersebut. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Penerapan Tarif Resiprokal AS, Indonesia Disarankan Perkuat Perdagangan BRICS

BRIEF.ID – Ekonom Hans Kwee menyarankan Pemerintah Indonesia  memperkuat...

Kebijakan Tarif Resiprokal Guncang Pasar Keuangan Global

BRIEF.ID – Keputusan  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Menlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar

BRIEF.ID - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa tidak ada Warga...

Menlu Pastikan Distribusi Bantuan Kemanusiaan Indonesia Lancar

BRIEF.ID - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan distribusi...