BRIEF.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada Tahun 2025 mencapai 88.519 orang, terbanyak dari sektor manufaktur.
“Jumlah tersebut meningkat lebih dari 10.000 orang dibandingkan tahun 2024 dengan korban PHM mencapai 77.965 orang,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, dikutip Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, jumlah korban PHK yang mencapai 88.519 orang tersebut merupakan pegawai yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.
“PHK terbanyak berasal dari sektor industri manufaktur, karena terdampak cukup besar dengan kondisi perekonomian yang dipengaruhi ketidakpastian global sepanjang Tahun 2025,” ujar Indah.
Dia mengungkapkan, faktor utama peningkatan korban PHK pada Tahun 2025 terutama dipicu tensi geopolitik, yang mempengaruhi kinerja ekspor dan impor serta industri dalam negeri.
Kondisi dunia pada semester I 2025, lanjutnya, sangat dipengaruhi ketegangan geopolitik, dan perang tarif yang dipicu tarif resiprokal yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada April 2025.
Hal itu, mempengaruhi ekspor Indonesia, terutama dari sektor manufaktur, sehingga efisiensi pun ditempuh untuk mengurangi beban biaya operasional, melalui PHK.
Indah mengatakan, isu PHK harus menjadi perhatian pemerintah, namun untuk mengatasinya dibutuhkan kerja sama strategis antara para pemangku kepentingan.
“Mengatasi PHK itu kan bukan cuma (tugas) Kementerian Ketenagakerjaan, banyak faktor yang menjadi pengaruh atau menjadi faktor penyebab PHK. Jadi pasti ada koordinasi dan kolaborasi bersama,” ungkap Indah.
Saat ini, lanjutnya, Kemenaker tengah mengakselerasi program-program terkait untuk menekan angka PHK dan pengangguran, terutama mereka yang berada di usia produktif.
“Ada Magang Nasional bagi para penganggur baru yang terdidik. Lalu kemudian pelatihan-pelatihan termasuk melibatkan serikat pekerja. Tadi Pak Menteri (Ketenagakerjaan, Yassierli) bilang akan dimasifkan di tahun ini, jadi upayanya ada,” tutur Indah. (jea)


