BRIEF.ID – Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Türk menyatakan bahwa bom dan rudal bukan solusi penyelesaian konflik Timur Tengah.
Ia menyebutkan, serangan bom dan rudal seperti dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran menyebabkan kematian, kehancuran, dan penderitaan besar, terutama di kalangan warga sipil.
“Bom dan rudal bukanlah cara untuk menyelesaikan perbedaan, tetapi hanya akan mengakibatkan kematian, kehancuran, dan penderitaan manusia, terutama warga sipil. Pada akhirnya akan membayar harga tertinggi,” kata Türk di Markas PBB New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2028).
Türk menyerukan semua pihak untuk kembali bernegosiasi untuk menghindari konflik yang lebih luas, yang akan berarti lebih banyak kematian warga sipil dan kehancuran dalam skala yang berpotensi tak terbayangkan.
“Tidak hanya di Iran tetapi di seluruh wilayah Timur Tengah,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengaku sangat prihatin menghadapi situasi tersebut. Ia mendesak para pemimpin untuk “memilih jalan dialog yang menantang daripada jalan kehancuran yang tidak masuk akal.” (nov)


