Kinerja MEDC Diprediksi Meningkat

BRIEF.ID – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menargetkan produksi antara 16-170 mboepd pada tahun 2026. Target ini selain akan meningkatkan kinerja perusahaan juga  menjadi tingkat produksi tertinggi di sepanjang sejarah terbentuknya perusahaan energi swasta nasional itu.

Tahun 2025, produksi MEDC mencapai 156 mboepd, masih berkisar pada panduan. Produksi ini didukung oleh ketersediaan proyek-proyek di Blok B Natuna dan kenaikan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70%. Pada Kuartal IV – 2025, produksi migas mencapai puncaknya sebesar 178 mboepd dan rata-rata 176 mboepd.

MEDC menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh, dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 24%. Medco Power membukukan penjualan listrik sebesar 4,371 GWh dengan pertumbuhan penjualan energi terbarukan sebesar 25% yang berasal dari IPP baru di Ijen dan Bali Timur.

Laporan keuangan audit  tahun 2025 MEDC yang akan diumumkan pada akhir Maret 2026. Per September 2025, pendapatan MEDC turun 1,12% YoY menjadi US$ 1,76 miliar.

Laba bersih turun 68,6% YoY menjadi US$ 85,6 juta pada 9M25 seiring meningkatnya beban eksplorasi, bagian rugi asosiasi (AMMN) dan penurunan harga minyak.

Target kenaikan produksi dan harga minyak yang lebih stabil pada tahun ini diperkirakan berpotensi mendorong kinerja MEDC yang membaik, selain peluang adanya kontribusi dari bagian laba dari asosiasi (AMMN) karena kenaikan harga emas dan tembaga.

Saat ini, saham MEDC diperdagangkan pada current PER 19,9x dan PBV 1,05x, dibandingkan dengan rata-rata sub sektor oil, gas & coal dengan PER 13,14x dan PBV 3,63x. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Susul MSCI, Goldman Sachs dan UBS Pangkas Rating Saham Indonesia

BRIEF.ID - Sejumlah lembaga keuangan dan investasi global menyusul...

Harga Emas Antam Terus Meroket, Tembus Rekor Tertinggi di Level Rp3,1 Juta per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk...

BEI Cabut Trading Halt, IHSG Masih Terpuruk di Level Psikologis 7.000

BRIEF.ID - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian...

Analisa Teknis Perdagangan

ANTM Buy on Weakness: 4.400 – 4,360; SL 4.250; TP...