BRIEF.ID – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, secara resmi membuka perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026, pada Jumat (2/1/2026).
Hadir pada kesempatan itu, antara lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.
Dalam sambutannya Mahendra mengatakan, selaras dengan kinerja perekonomian nasional, berbagai indikator kinerja pasar modal menunjukkan pertumbuhan yang baik.
Pada penutupan pasar modal pada 30 Desember 2025, IHSG ditutup di level di level 8.646,94 atau menguat 22,13% sepanjang tahun 2025.
“Namun demikian, kita juga melihat bahwa masih banyak ruang perbaikan yang harus dilakukan,” kata Mahendra.
Ia mengatakan, indeks LQ 45 yang berisi saham-saham perusahaan terbesar dan menjadi rujukan investasi fund manager global dan dalam negeri hanya tumbuh 2,41%.
“Jauh di bawah kenaikan IHSG,” kata dia.
Selain itu, lanjutnya, kontribusi pasar saham terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang naik sangat signifikan, dari 56% pada akhir tahun 2024 menjadi 72% pada akhir 2025.
“Sungguh kenaikan yang luar biasa. Sekalipun demikian angka itu masih di bawah negara-negara di kawasan kita, seperti India yang naik 140%, Thailand 101%, dan Malaysia 97% dari PDB negara masing-masing,” ujarnya. (nov)


