Ketegangan Geopolitik Meluas, Bank Dunia: Bakal Terjadi Ledakan Utang Negara

BRIEF.ID – World Bank atau Bank Dunia memprediksi bakal terjadi ledakan utang negara dalam beberapa tahun ke depan akibat ketegangan geopolitik yang meluas di awal 2026.

“Pertumbuhan utang akan meningkat bahkan berpotensi terjadi ledakan utang baik di negara berkembang maupun negara maju akibat ketegangan geopolitik di mana-mana,” bunyi pernyataan Bank Dunia dalam Global Economic Prospect (GEP), dikuti[ Minggu (18/1/2026).

Disebutkan, banyak negara mengalami tekanan fiskal akibat berkecamuknya konflik di berbagai belahan dunia di awal 2026, seperti ketegangan geopolitik Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, kemudian AS dan Denmark terkait Greenland, Tiongkok dan Taiwan, juga Tiongkok dan Jepang.

Hal itu, memperpanjang ketidakpastian global, dan meningkatkan hambatan terhadap aktivitas ekonomi di negara-negara yang terdampak, dan berpotensi meluas secara global.

Apalagi ketegangan geopolitik di awal tahun ini melibatkan negara-negara maju, seperti AS, Uni Eropa (UE), dan Tiongkok, yang memegang peran penting dalam rantai global (global chain).

Bagi negara-negara berkembang, ketegangan geopolitik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, terutama tekanan fiskal, yang bersifat jangka panjang.

Perkembangan terbaru ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia pada awal tahun ini, membuat banyak negara yang baru beranjak pulih dari dampak Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina kembali meradang.

Akumulasi berbagai guncangan-seperti invasi Rusia ke Ukraina dan konflik di Timur Tengah-telah mengganggu hubungan perdagangan dan memicu ketidakpastian geopolitik.

“Peperangan terbukti telah memperlambat laju pertumbuhan dan akhirnya menggerus pendapatan negara, diperburuk dengan makin besarnya kebutuhan belanja pertahanan maupun pemulihan pasca perang hingga harus mendorong kebutuhan utang makin tinggi.

Bank Dunia menyampaikan, estimasi empiris menunjukkan konflik dengan intensitas menengah hingga tinggi berkaitan dengan penurunan rata-rata PDB per kapita sekitar 13% setelah lima tahun di negara-negara yang terlibat langsung.

Konflik juga dapat menimbulkan dampak lintas batas yang signifikan, dengan menekan pertumbuhan di negara-negara tetangganya melalui penurunan investasi swasta di kawasan serta berkurangnya arus perdagangan akibat gangguan jaringan transportasi dan permintaan. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Wamen Koperasi Klaim KDKMP Jadi Lokomotif Ekonomi Desa, Ini Tantangannya

BRIEF.ID – Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyatakan Koperasi...

IHSG Melesat ke Level 5.300 Imbas BI-Rate Ditahan di Kisaran 5,75%

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Bakom Klaim Pemerintah Prabowo Pro-Buruh, Upah Naik 6,5 Persen dan Potongan Ojol 8 Persen

BRIEF.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan mengklaim...

Pemerintah Bekukan Izin 6 Perusahaan Terkait Karhutla, 7.531 Hektare Lahan Terbakar

BRIEF.ID - Kementerian Kehutanan membekukan izin enam perusahaan yang...