Kerja Sama GPIB dan UKI, Ketua II MS GPIB: Saatnya Gereja Wujudkan Ibadah Aktual

JAKARTA, 6 Februari 2026 – Kerja sama antara Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) merupakan momentum gereja mweujudkan ibadah aktual.

Pernyataan itu, disampaikan Ketua II Majelis Sinode GPIB, Pendeta Semuel A. Zacharias Karinda M.Si, seusai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara GPIB dan UKI, di Auditorium Fakultas Kedokteran UKI, di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Menurut dia, gereja masa kini harus berperan aktif menjawab tantangan zaman, apalagi di tengah-tengah berbagai gejolak, baik secara nasional maupun global.

Tak dapat dipungkiri, hubungan antara gereja dengan akademisi selama ini hanya sebatas bidang pendidikan, dan biasanya selesai seiring kelulusan atau tuntasnya proses menuntut ilmu. 

“Itu sebabnya, Departemen Germasa GPIB mencoba menjalin kerja sama dengan UKI, untuk membuka jejaring, agar gereja dalam hal ini GPIB dapat berperan aktif dan berkiprah lebih jauh lagi di tengah-tengah masyarakat,” kata Pendeta Semuel.

Dia menjelaskan, kerja sama dengan UKI harus dimanfaatkan seluruh jajaran GPIB, untuk upgrade pengetahuan, guna menopang pelayanan di berbagai bidang.

Gereja yang tidak upgrade pengetahun, lanjut Pendeta Semuel, akan lemah bahkan terancam eksistensinya, karena hanya hidup dalam pelayanan, dan pengalaman masa lalu. 

Terkait dengan itu, kerja sama GPIB dengan UKI sangat strategis, karena perguruan tinggi memiliki banyak akademisi yang berpikiran kritis, dan berpengetahuan luas berlandaskan kajian-kajian akademik.

“Jadi kerja sama dengan UKI ini diharapkan dapat meningkatkan sumber daya GPIB, dengan pengetahuan yang menjawab berbagai persoalan secara kontekstual melalui pendekatan akademik dan spiritual,” ujar Pendeta Semuel.

Tiga Bidang

Adapun kerja sama antara GPIB dan UKI akan difokuskan pada tiga bidang, yakni lembaga pengabdian masyarakat, pendidikan, dan kesehatan.

Tidak tertutup kemungkinan kerja sama kedua pihak akan berkembang ke bidang-bidang lainnya. Artinya, seluruh aspek pelayanan di GPIB, baik departemen maupun yayasan yang ada bisa menjalin kerja sama dengan UKI.

“Jadi Departemen Germasa membuka pintu kerja sama, silakan ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran GPIB sesuai dengan kegiatan atau progam yang menjadi priortitas,” ujar Pendeta Semuel.

Dia menuturkan, lewat kerja sama dengan UKI, GPIB ke depan tidak hanya fokus pada ibadah ritual, melainkan berkembang ke ibadah aktual, yang menyentuh kebutuhan umat dan masyarakat.

“Kalau teologi itu ibadah ritual, kerja sama ini adalah bentuk ibadah aktual. Selama ini gereja biasanya berada dalam bilik gereja, saatnya gereja harus ke luar dan menyentuh masyarakat, karena itu adalah ibadah aktual,” tutur Pendeta Semuel

Sebagai informasi, UKI menjalin kerja sama dengan GPIB untuk membangun kemitraan di bidang Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan Keberlanjutan Sosial atau Governance, Risk, Compliance and Social Sustainability (GRCS).

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), disela-sela peluncuran Program Doktor Manajemen UKI, di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Adapun penandatanganan MoU dilakukan Ketua Umum (Ketum) Majelis Sinode GPIB, Pendeta Nitis Putrasana Harsono M.Th, dan Rektor UKI, Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH, MH, MBA.

Pada kesempatan tersebut, UKI Menandatangani MoU dengan 6 pihak, dan GPIB menjadi satu-satunya lembaga atau organisasi gereja, yang digandeng UKI sebagai mitra strategis.

Menurut Pendeta Nitis, kerja sama tersebut membuka peluang bagi GPIB untuk mendapat kajian-kajian akademis, guna membangun sumber daya unggul baik pada pemimpin maupun warga GPIB.

“Kerja sama ini memungkinkan untuk memperlengkapi sumber daya GPIB menjadi lebih bermutu dan bermakna bagi seluruh aspek kehidupan di tengah-tengah bangsa ini,” kata Pendeta Nitis, seusai penandagtangan MoU dengan UKI. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Eks Wamen ESDM: Dinamika Pasar Migas Bukan Indikasi Kerugian Negara

BRIEF.ID- Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral...

UKI dan GPIB Jalin Kerja Sama, Dorong Peran Positif Gereja untuk Negara dan Masyarakat

BRIEF.ID - Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Gereja Protestan...

Moody’s Dinilai Tidak Punya Alasan Kuat Turunkan Peringkat Indonesia

BRIEF.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan,...

OJK dan SRO Bertemu Tim Teknis MSCI, Pembenahan Bursa Ditargetkan Selesai Maret 2026

BRIEF.ID - Otoritas Jasa Keuangan dan Self Regulatory Organization...