Kenaikan Tarif Pesawat, Tantangan Besar Industri Kapal Pesiar

BRIEF.ID – Riset terbaru Deutsche Bank Research Institute menunjukkan bahwa kenaikan tarif pesawat menjadi faktor penting yang akan mempengaruhi industri pariwisata, termasuk kapal pesiar. Sebagian besar industri kapal pesiar internasional bergantung pada model fly-cruise, yaitu penumpang harus terbang terlebih dulu ke pelabuhan keberangkatan sebelum naik kapal.

Deutsche Bank mencatat bahwa berkurangnya kapasitas penerbangan dan meningkatnya biaya operasional  mendorong harga tiket pesawat naik tajam, terutama untuk kelas ekonomi.

Disebutkan, kenaikan tarif pesawat berpotensi menjadi tantangan besar bagi industri kapal pesiar, demikian juga harga minyak berlanjut hingga musim pemesanan  2027

Dikutip dari Investing.com,  berdasarkan hasil survei pada  lebih dari 350 wisatawan kapal pesiar, analis Deutsche Bank menyatakan bahwa 42% responden melaporkan kenaikan harga tiket pesawat telah mempengaruhi keputusan perjalanan menggunakan kapal pesiar.

Dampaknya lebih terasa di kalangan wisatawan berusia 18 hingga 34 tahun, dimana 61% menyatakan kenaikan biaya tiket pesawat menjadi penghambat perjalanan.

Survei itu juga menunjukkan bahwa banyak konsumen beradaptasi dan memilih meninggalkan perjalanan kapal pesiar sepenuhnya. Lebih dari separuh responden menyatakan akan memilih kapal pesiar yang berangkat dari pelabuhan yang lebih dekat dengan tempat tinggal, sementara 46% menyatakan sedang mencari paket kapal pesiar yang sudah termasuk tiket pesawat, tulis analis Deutsche Bank.

Meski demikian, riset tersebut menyoroti risiko terhadap permintaan di masa depan. Sekitar 45% responden menyatakan sedang mempertimbangkan liburan alternatif seperti resor berbasis darat atau perjalanan darat untuk menghindari biaya penerbangan yang mahal, sementara 43% mengindikasikan bahwa  cukup atau sangat mungkin menunda atau membatalkan perjalanan kapal pesiar di masa mendatang akibat tingginya biaya penerbangan.

Deutsche Bank menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan meningkatnya sensitivitas harga di kalangan pelanggan kapal pesiar dan dapat mempersulit upaya operator kapal pesiar untuk memaksimalkan tingkat hunian dan penetapan harga jika tarif penerbangan tetap tinggi menjelang musim pemesanan gelombang 2026-2027. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPR Ingatkan UU Perampasan Aset Jangan Jadi Senjata Politik, 13 Tindak Pidana Jadi Sorotan

BRIEF.ID - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset memasuki...

IHSG Diperkirakan Volatil, Investor Tunggu Data Ekonomi dan Rebalancing MSCI

BRIEF.ID –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

AS Serang Dua Peluncur Iran di Pulau Larak, Teheran Ancam Balasan

BRIEF.ID – Pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang dua peluncur...

Bitcoin Bertahan di level US$ 78.000, ETF Global Jadi Katalis Adopsi

BRIEF.ID – Bitcoin diperdagangkan di level US$78.000 pada Minggu...