BRIEF.ID – Indeks di Wall Street ditutup melemah cukup signifikan, pada perdagangan Kamis (12/3/2026).
Pelemahan indeks terjadi akibat kenaikan harga minyak setelah Iran mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup. Investor khawatir mengenai kemungkinan peningkatan inflasi akibat kenaikan harga minyak.
Pasar kini sedang mengevaluasi kembali potensi durasi konflik. Seiring meningkatnya risiko bahwa konflik ini akan berlarut-larut, ketidakpastian meningkat sehingga investor cenderung mengurangi risiko.
Sentimen pasar semakin tegang karena adanya penghentian bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran penting yang dikelilingi Iran di tiga sisinya.
Perusahaan kontainer, yang berupaya melindungi awak kapal dan kesulitan mencari asuransi, hampir menghentikan pelayaran di jalur tersebut yang menjadi jalur seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional  memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global. Harga minyak Brent telah menguat di atas level US$ 100 per barel. Harga minyak mentah WTI naik 9,7% ke level US$ 95,7/barel, pada Kamis (12/3/2026).Â
Obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun naik lebih dari 5 bps ke level 4,261%. Harga emas spot melemah 1,1% di level US$ 5.118/troy ons. Harga emas tertekan oleh penguatan Dolar AS dan memudarnya harapan akan penurunan biaya pinjaman karena perang Iran yang sedang berlangsung memicu kekhawatiran inflasi. (nov)


