BRIEF.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mewaspadai risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Juru Bicara Kemenkes Widyawati meminta masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan.
Dia mengatakan bahwa paparan asap karhutla dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Dampaknya tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat memicu iritasi mata dan kulit serta memperburuk penyakit kronis.
“Asap karhutla tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga menyebabkan iritasi mata dan kulit serta memperburuk penyakit kronis,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (16/10).
Menurutnya, risiko paparan asap perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan. Dia menjelaskan upaya pencegahan diperlukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan selama kondisi kualitas udara memburuk.
Dia juga menyoroti sejumlah kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak asap karhutla. Mereka meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit pernapasan.
“Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus,” kata Widyawati.
Untuk mengurangi risiko paparan karhutla, dia mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika indikator kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat. Masyarakat juga perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum memutuskan beraktivitas di luar rumah.
Apabila aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, menurutnyq, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel berbahaya yang terkandung dalam asap. Dia mengatakan langkah ini perlu disertai upaya pencegahan lain sesuai kondisi lingkungan dan tingkat paparan.
Selain membatasi paparan asap, dia juga meminta masyarakat menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Kemenkes juga mengingatkan agar keluhan kesehatan yang muncul setelah terpapar asap tidak diabaikan, terutama jika dialami kelompok rentan.
Warga yang merasakan gangguan kesehatan dianjurkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan. Langkah tersebut diharapkan membantu mendeteksi gangguan kesehatan lebih dini dan mencegah kondisi memburuk.
“Perlindungan kesehatan masyarakat adalah prioritas pemerintah. Kemenkes bersama pemerintah daerah terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan sehingga dampak kesehatan dapat diminimalkan,” ujar Widyawati. (ayb)


