BRIEF.ID – Sebuah akun Instagram disiapkan untuk dijadikan sebagai sumber informasi utama bagi keluarga dan teman-teman untuk mencari mengetahui keberadaan para korban yang belum terdengar kabarnya sejak Kamis (1/1/2026).
Kebakaran hebat yang melanda Bar Le Constellation di kota resor ski Crans-Montana, Pegunungan Alpen, Swiss, saat pesta Tahun Baru 2026, menewaskan 47 orang dan 112 orang luka-luka. Saat dipantau pada Sabtu (3/1/2026) terdapat lebih dari 40 foto telah diunggah.
Paulo Martins, seorang warga negara Prancis yang tinggal di daerah sekitar Crans-Montana selama 24 tahun, mengatakan bahwa putranya dan pacarnya nyaris tidak berada di bar itu saat kebakaran terjadi. “Ketika dia pulang, dia benar-benar terkejut,” kata Martins kepada Agence France-Presse (AFP).
Seorang teman putranya yang berusia 17 tahun telah dipindahkan untuk menjalani perawatan di Jerman dengan 30% tubuhnya tertutup luka bakar, jelas Martins.
Eleonore, 17 tahun, memulai tahun ini dengan pencarian panik untuk teman-temannya yang hilang sejak peristiwa kebakaran. Berdiri di luar bar, yang sekarang dilindungi terpal putih dan dinding penghalang sementara, dia mengaku belum menghubungi teman-temannya itu sejak Malam Tahun Baru 2026.
“Kami mengambil banyak foto dan kami mengunggahnya ke Instagram, Facebook, dan semua jejaring sosial yang memungkinkan untuk mencoba menemukan mereka,” katanya kepada AFP. “Tapi tidak ada apa-apa. Tidak ada respons. Kami menghubungi orang tua mereka. Tidak ada kabar. Bahkan orang tua mereka pun tidak tahu,” kata Eleonore.
Ia dan seorang temannya berhasil mendapatkan kabar bahwa seorang teman mengalami koma di sebuah rumah sakit di Lausanne.
Kepala rumah sakit universitas di kota itu, Claire Charmet, mengatakan bahwa rumah sakit itu merawat 22 pasien dengan luka bakar parah, sebagian besar berusia antara 16 hingga 26 tahun.
“Pasien sedang distabilkan dan dipindahkan ke ruang operasi atau ke tempat tidur khusus,” katanya kepada surat kabar lokal 24 heures pada Kamis (1/1/2026).
“Kita perlu menyadari bahwa perawatan akan berlangsung lama dan intensif, selama beberapa minggu atau bahkan bulan,” jelas dia.
Eric Bonvin, direktur jenderal rumah sakit regional di Sion, mengatakan bahwa rumah sakit tersebut menerima beberapa puluhan korban yang terluka dengan usia rata-rata sekitar 20 tahun. Ia menceritakan bagaimana staf dibantu oleh rekan-rekan yang tidak dijadwalkan untuk bekerja tetapi bergegas untuk membantu.
Ia menyatakan harapan bahwa usia muda para penyintas akan mempercepat pemulihan mereka: “Mereka masih muda dan itu berarti mereka masih memiliki banyak vitalitas,” katanya kepada Associated Press (AP). (nov)


