Israel Serang Kota Beirut, Tewaskan 182 Orang

BRIEF.ID – Serangan Israel menghantam area komersial dan perumahan yang ramai di Ibu Kota Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026). Penyerangan terjadi hanya beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan dalam perang AS-Israel dengan Iran.

Pemerintah Lebanon mengatakan setidaknya 182 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, menjadikannya hari paling mematikan dalam perang Israel-Hezbollah terbaru.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada PBS News Hour bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata karena kelompok militan Lebanon, Hezbollah. Ketika ditanya tentang serangan terbaru Israel, ia berkata, “Itu adalah pertempuran terpisah.”

Israel menyatakan perjanjian itu tidak mencakup perangnya dengan Hezbollah yang didukung Iran, meskipun Iran dan mediator Pakistan mengatakan sebaliknya.

Rasa lega sesaat di antara warga Lebanon setelah pengumuman gencatan senjata berubah menjadi kepanikan dengan apa yang disebut militer Israel sebagai serangan terkoordinasi terbesar dalam perang saat ini, dengan mengatakan bahwa mereka telah menghantam lebih dari 100 target Hezbollah dalam waktu 10 menit di Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa timur.

Asap hitam membubung tinggi di beberapa bagian ibu kota pesisir, tempat sejumlah besar pengungsi akibat perang berlindung. Ledakan-ledakan mengganggu suara klakson lalu lintas di siang hari yang tadinya ramai dan cerah. Ambulans bergegas menuju kobaran api. Gedung-gedung apartemen terkena ledakan.

Seperti diberitakan, para jurnalis Associated Press melihat mayat-mayat hangus di dalam kendaraan dan di tanah di salah satu persimpangan tersibuk di Kota Beirut, di lingkungan Corniche al Mazraa, sebuah kawasan campuran komersial dan perumahan.

Dengan menggunakan forklift, para pekerja penyelamat menyingkirkan puing-puing yang masih berasap dan menyisir reruntuhan untuk mencari korban selamat.

Tidak ada tanda-tanda Hizbullah melancarkan serangan terhadap Israel dalam beberapa jam pertama setelah serangan tersebut.

Sebagai tanggapan atas serangan terhadap Lebanon, Iran kemudian  mengatakan  akan  menghentikan pergerakan kapal tanker minyak di Selat Hormuz, seperti yang dilaporkan oleh media pemerintah negara itu. (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Maret 2026, Uang Primer Adjusted Tumbuh 16,8%

BRIEF.ID – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Uang Primer...

Penguatan IHSG Diperkirakan Berlanjut

BRIEF.ID – Tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)...

Negosiasi AS-Iran Akhiri Perang Tidak Masuk Akal

BRIEF.ID – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, pada...

Kesepakatan Gencatan Senjata, Harga Minyak Anjlok dan Wall Street Bergeliat

BRIEF.ID - Harga minyak anjlok hingga menyentuh angka di...